Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Kolaborasi dengan Singapore Polytechnic, 7 Mahasiswa FEB Unismuh Makassar Asah Empati Sosial lewat Learning Express

×

Kolaborasi dengan Singapore Polytechnic, 7 Mahasiswa FEB Unismuh Makassar Asah Empati Sosial lewat Learning Express

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Upaya internasionalisasi FEB Unismuh Makassar terus diperkuat melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam program Learning Express (LeX). Sebanyak tujuh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ambil bagian dalam program pembelajaran berbasis pengalaman tersebut, yang berlangsung pada 30 Maret hingga 10 April 2026.

Mereka adalah Mitsaq Hidayatullah, Auliya Rahma, Nurmainnah, Fitra Amaliah dari Program Studi Akuntansi, Muh Resa Hidayatullah, Riski Amalia, dan Lesti Angelina yang mayoritas berasal dari Program Studi Manajemen.

Partisipasi ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FEB Unismuh Makassar dalam mendorong mahasiswa memiliki wawasan global tanpa meninggalkan sensitivitas terhadap persoalan lokal. Learning Express menjadi ruang kolaboratif lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat sekaligus mengasah kemampuan berpikir inovatif.

Keterlibatan para mahasiswa ini mencerminkan komitmen FEB Unismuh Makassar dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga kemampuan adaptasi, kolaborasi internasional, dan kepekaan terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Perkuat Kapasitas Global dan Kepekaan Sosial

Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr. Edi Jusriadi, menegaskan bahwa internasionalisasi FEB Unismuh Makassar tidak hanya dimaknai sebagai kerja sama luar negeri, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter mahasiswa yang mampu berpikir global dan bertindak lokal.

Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi saat ini menuntut pendekatan yang lebih kontekstual dan transformatif. Learning Express, kata dia, menjadi laboratorium sosial yang mempertemukan teori dengan realitas.

“Selama ini, banyak mahasiswa memahami ekonomi dalam kerangka angka dan teori. Namun ketika mereka turun langsung ke masyarakat, mereka akan menyadari bahwa persoalan ekonomi tidak pernah berdiri sendiri. Ia terkait dengan budaya, perilaku, bahkan nilai-nilai lokal yang harus dipahami secara utuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa program ini merupakan bagian penting dari agenda internasionalisasi FEB Unismuh Makassar, khususnya dalam membentuk soft skills mahasiswa, seperti komunikasi lintas budaya, kerja tim internasional, dan empati sosial.

Dr. Edi juga menekankan pentingnya integrasi antara inovasi dan keberlanjutan dalam setiap gagasan yang dihasilkan mahasiswa. Ia berharap pengalaman ini mampu melahirkan solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata.

“Mahasiswa FEB harus menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga membawa dampak bagi lingkungan sekitarnya. Learning Express memberi ruang untuk itu—bagaimana ide bisnis atau solusi ekonomi lahir dari kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.

Di akhir, ia menegaskan bahwa program-program internasional seperti Learning Express akan terus diperluas sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi FEB Unismuh Makassar guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply