KHITTAH.CO, MAKASSAR — Ramadan kali ini, Politeknik Muhammadiyah Makassar menunjukkan komitmen dalam mengejawantahkan nilai-nilai Al-Islam dan Ke-Muhammadiyahan (AIK).
Hal itu dengan pelaksanaan tahsinul qiraah yang dihelat saban pagi selama Ramadan, sebelum memulai giat rutinitas.
“Hari pertama kerja setelah libur awal Ramadan, sesuai arahan Badan Pembina Harian dan Direktur PoltekMu, seluruh dosen dan tenaga kependidikan wajib tadarus dan belajar tajwid, sebelum memulai jam kerja,” ungkap Abd. Haris Azis, Kepala LP2AIK PoltekMu Makassar.
Puncaknya adalah pelaksanaan Buka Puasa Bersama yang dihelat pada Kamis, 12 Maret 2026 kemarin di Masjid Nurul Ilmi PoltekMu Makassar.
Tidak hanya bersantap bersama, Civitas Akademika juga memantapkan tajwidnya melalui pembinaan Ust. H. Imran Muin.
Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan itu memang merupakan pembina tahsinul quran qiraah Imam Ashiim, Riwayat Hafs, Tariqah Syatiliyah.
Tidak hanya itu, Kantor Layanan Lazismu (KLL) PoltekMu Makassar juga menyalurkan kado Ramadan sebanyak 23 paket kepada petugas kebersihan dan keamanan PoltekMu Makassar.
Kado Ramadan tersebut merupakan hasil dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan oleh KLL PoltekMu. Selama ini, dosen dan tenaga kependidikan PoltekMu mengikhlaskan nafkahnya untuk dipotong.
Bahkan, penghimpunan dana tersebut sejak pertama kali digalakkan, menjadi bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Kiai Sudirman: Keluarlah dari Zona Nyaman Dunia!
Setelah tahsinul qiraah, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar K.H. Sudirman yang juga merupakan salah satu pembina kajian rutin PoltekMu, menyampaikan tausiyah.
Kiai Sudirman mengapresiasi upaya civitas akademika PoltekMu Makassar meningkatkan ketakwaan, terutama di Ramadan penuh magfirah ini.
“Insya Allah, semua pihak yang merancang dan terlibat dalam upaya perhelatan buka puasa dan majelis ilmu ini sebagai upaya peningkatan ketakwaan, pasti akan mendapat ganjaran yang amat besar dari Allah SWT,” tegas dia.
Ia mengungkapkan apresiasinya, karena baru-baru saja perhelatan pengajian rutin, kini, PoltekMu kembali menggelar majelis ilmu dengan semangat yang tidak berkurang.
“Ramadan ini memang Allah hadirkan untuk kita meningkatkan kualitas diri menjadi hamba yang benar-benar bertakwa. Karena itu, jangan kita cuma sibuk mengejar zona nyaman di dunia. Pastikan zona nyaman kita di akhirat,” tegas dia.
Kiai Sudirman mencontohkan hal yang dilakukan oleh Aisyah r.a. Demi menjadi manusia bertakwa, ia langsung bertanya kepada Rasulullah, amalan terbaik apa yang harus ia lakukan di 10 malam terakhir Ramadan yang amat mulia.
Kalau ibadah lainnya, perempuan dianjurkan untuk lebih afdal melaksanakannya di rumah, khusus pada 10 malam terakhir Ramadan, seorang istri lebih baik ikut i’tikaf, fokus beribadah kepada Allah, bermalam di masjid bersama suaminya.
“Jangan hanya hadirkan fisik di masjid, tetapi pikiran kita tetap mengingat urusan dunia. Kita harus total menghadirkan raga, jiwa, pikiran, dan hati kita fokus kepada Allah,” tegas dia.
Kiai Sudirman juga mengajarkan doa mustajab yang Rasulullah ajarkan kepada ‘Aisyah r.a Terlebih pada 10 malam terakhir ini, ia mendorong umat Islam untuk terus menulang-ulang doa “Allahumma innaka ‘afun tuhibbul afwa fuanni.”
Ia juga menekankan untuk memaksimalkan upaya pelaksanaan amalan batin, tidak hanya amalan zahir. Amalan batin itu, konkretnya seperti tidak pernah dendam, tidak iri hati.
“Bisa jadi ada orang biasa-biasa saja amalannya, tetapi karena tidak pernah dendam, tidak pernah dia iri, dia selalu senang dengan pemberian Allah kepada orang lain, insya Allah justru dialah ahli surga,” kata dia

















