Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Lewat DAD 2026, IMM FK Unismuh Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Semangat SDGs

×

Lewat DAD 2026, IMM FK Unismuh Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Semangat SDGs

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (PIKOM IMM FK Unismuh) memadukan proses kaderisasi dengan edukasi lingkungan melalui pengelolaan sampah organik dalam rangkaian kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) FK Unismuh, Sabtu, 14 Maret 2026.

Dalam kegiatan itu, kader IMM FK Unismuh mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan selama pelaksanaan DAD. Sampah tersebut kemudian dipilah sebelum dibawa ke fasilitas Bank Sampah dan Rumah Kompos di lingkungan kampus melalui unit Sustainable Waste Solutions Center (SWSC).

Langkah ini tidak sekadar menjadi bagian teknis dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga diarahkan sebagai upaya menanamkan kesadaran ekologis kepada kader sejak tahap awal proses perkaderan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, pengelolaan sampah organik dinilai menjadi pintu masuk yang konkret untuk membangun tanggung jawab bersama di lingkungan kampus.

Ketua Umum PIKOM IMM FK Unismuh periode 2025–2026, Dwiputra Rezky Agung, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membentuk kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kader IMM tidak hanya fokus pada proses kaderisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di kampus,” ujarnya.

Kegiatan itu dikoordinasikan oleh Ketua Bidang Lingkungan Hidup PIKOM IMM FK Unismuh, Muh Fatwa Al Haq, bersama tim yang mengorganisasi proses pengumpulan dan pemilahan sampah organik selama kegiatan berlangsung.

Menurut Fatwa, pengelolaan sampah organik merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki arti penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa. Kesadaran semacam itu, menurut dia, perlu dilatih melalui praktik langsung agar tidak berhenti sebagai slogan.

“Kami mencoba memulai dari hal sederhana, yaitu memilah dan mengelola sampah organik yang dihasilkan dari kegiatan DAD. Harapannya, langkah kecil ini dapat menjadi contoh bagi kader IMM maupun mahasiswa lainnya untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan,” katanya.

Melalui inisiatif tersebut, PIKOM IMM FK Unismuh menegaskan bahwa kaderisasi tidak hanya berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman dan keorganisasian, tetapi juga pada pembentukan karakter kader yang memiliki tanggung jawab sosial, kepedulian ekologis, dan kepekaan terhadap problem keberlanjutan.

Langkah itu sejalan dengan spirit Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Setidaknya, kegiatan ini berkaitan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pembiasaan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab, serta SDG 13: Climate Action karena upaya pengolahan sampah organik menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan dan menekan dampak ekologis. Dari sisi pendidikan, kegiatan ini juga bersentuhan dengan SDG 4: Quality Education, sebab proses kaderisasi dijalankan dengan menanamkan nilai, pengetahuan, dan praktik nyata tentang kepedulian lingkungan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari gerakan mahasiswa untuk memperkuat budaya kampus yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Dari langkah sederhana memilah sampah, kesadaran ekologis ditumbuhkan, lalu dirawat sebagai bagian dari watak kader yang berpihak pada kemaslahatan bersama.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply