Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Majelis Taqwa Telkomsel Serahkan Bantuan Dhuafa Melalui Lazismu Makassar

×

Majelis Taqwa Telkomsel Serahkan Bantuan Dhuafa Melalui Lazismu Makassar

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar — Majelis Taqwa Telkomsel (MTT) mempercayai Lazismu Makassar untuk merealisasikan komitmennya dalam memperluas jangkauan kepedulian sosial.

MTT menyalurkan bantuan bagi kaum dhuafa melalui Lazismu Makassar. Seremonial penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Loker Telkomsel, Jalan AP. Pettarani, Makassar, Kamis, 12 Maret 2026.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Majelis Taqwa Telkomsel Pusat, Herdin Hasibuan, kepada Direktur Pimpinan Pusat Lazismu, Ibnu Tsani.

Herdin memperkenalkan, Majelis Telkomsel Taqwa adalah organisasi naungan Telkom Indonesia. MTT hadir untuk mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlak mulia. MTT selalu berupaya menyebarkan karakter mulia tersebut, baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas.

MTT mengakui kinerja positif dan integritas Lazismu yang merupakan pengelola ZIS terbaik di Indonesia. Karena itu, kata Herdin, pihaknya memilih untuk berkolaborasi dengan Lazismu dalam menyalurkan ZIS dari para anggota MTT.

Penyaluran ZIS itu turut disaksikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib, Vice President Consumer Business Sales PAMASUKA, Muharlis, serta VP Area Network Operation Pamasuka, Angky Priagung. Pengurus Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan dan Lazismu Kota Makassar juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Irwan Akib mengingatkan pentingnya memaksimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial umat Islam.

Menurut dia, upaya menunaikan ZIS harus dimulai dari kesungguhan dalam mencari nafkah yang halal untuk keluarga, lalu menyalurkan sebagian rezeki itu kepada sesama. “Jangan menunggu kaya untuk bersedekah,” ujar dia.

Ia kemudian menuturkan kisah sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf, yang dikenal sebagai saudagar sukses namun tetap dermawan.

Ia mengisahkan, Abdurrahman pernah membeli kurma yang tampak kurang baik, lalu menjualnya kembali hingga mendapatkan keuntungan berlipat. Kisah itu, menurut Prof. Irwan, menunjukkan bahwa kerja keras dan keberkahan rezeki dapat berjalan beriringan dengan semangat berbagi.

Selain itu, Prof. Irwan juga mengingatkan teladan dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Dalam satu kisah, ketika harus membayar gaji guru namun kekurangan dana, KH. Ahmad Dahlan bahkan rela melelang barang-barang miliknya.

Ia juga mengundang beberapa orang kaya yang dikenal kikir untuk makan di rumahnya selama tiga malam berturut-turut. Pada malam ketiga, barulah beliau menyampaikan kebutuhan untuk membantu para guru.

Kata Prof. Irwan, dari kisah itu kita belajar beberapa hal, yaitu pertama, tentang cara berdakwah yang kreatif dan luar biasa. Kedua, tentang keikhlasan, sebab keikhlasan yang tulus akan menular kepada orang lain. Ketiga, bahwa guru adalah elemen penting yang tidak boleh dilupakan dalam pembangunan umat.”

Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an agar umat Islam tidak meninggalkan generasi yang lemah. Menurut dia, kemiskinan dapat menjadi pintu berbagai persoalan sosial jika tidak diatasi secara bersama.

“Sebagai Muslim kita harus berperan untuk kemaslahatan manusia. Umat Islam harus menjadi kaya, menghadirkan rezeki sebanyak-banyaknya, bukan untuk menumpuk harta, tetapi untuk memberi manfaat kepada sesama,” tegas dia.

Prof. Irwan menutup dengan mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan: carilah harta, kumpulkan untuk keluarga, dan selebihnya sisakan untuk jalan Allah.

Adapun bantuan dari Majelis Taqwa Telkomsel ini selanjutnya akan disalurkan oleh Lazismu Makassar melalui program Kado Ramadan, yang menyasar masyarakat dhuafa di berbagai wilayah di Kota Makassar. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah di Ramadan yang penuh berkah.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply