Khittah.co, Makassar — Mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar), Patahuddin, berhasil meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Patahuddin meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Mapel Bahasa Inggris Berbasis Website untuk Sekolah Dasar di Kota Parepare”. Sidang promosi doktor berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar, Senin, 24 Maret 2025.
Direktur Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Prof Irwan Akib, menyebut Patahuddin sebagai alumni pertama program doktoral di bidang Pendidikan di Unismuh Makassar.
“Pak Patahuddin adalah doktor pertama dari Program S3 Pendidikan Unismuh Makassar,” kata Irwan.
Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rakhim Nanda, yang memimpin sidang promosi doktor, menambahkan bahwa Patahuddin merupakan doktor ke-28 yang dihasilkan Unismuh Makassar.
“Beliau menyelesaikan studi tepat waktu dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,0 dan sudah menghasilkan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus,” ujar Rakhim.
Patahuddin dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.
Ujian promosi doktor ini dipimpin oleh Dr Abdul Rakhim Nanda dengan anggota tim penguji yang terdiri dari Prof Andi Tenr Ampa (Promotor), Erwin Akib SPd MPd PhD (Ko-promotor), Prof Irwan Akib, Prof Eny Satriana, Dr Baharullah, dan Prof Fauzan, yang juga menjabat Wakil Menteri Diktisaintek sebagai penguji eksternal.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam ujian tersebut, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Parepare Prof Mahsyar Idris, Rektor Umpar Prof Jamaluddin Ahmad, Dekan FKIP Umpar Dr Henny Setiawati, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr Syarifuddin Yusuf, serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Umpar Haniarti SSi Apt Mkes.
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Imran SKom MT juga turut hadir bersama sejumlah pejabat, dosen, dan sivitas akademika.
Dalam disertasinya, Patahuddin menjelaskan bahwa siswa sekolah dasar membutuhkan materi pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
“Modul berbasis website dengan fitur multimedia seperti video, audio, dan permainan terbukti mampu meningkatkan motivasi serta kemandirian belajar siswa,” ujar Patahuddin.
Ia menambahkan, modul yang dirancangnya memiliki empat fitur utama, yakni: Home (pengantar), Materi (konten terstruktur), LKPD (lembar kerja interaktif), dan Modul Ajar (panduan guru).
“Modul ini mengintegrasikan prinsip Kurikulum Merdeka melalui materi berbasis kompetensi, navigasi intuitif, dan aksesibilitas tinggi untuk mendukung pembelajaran hybrid,” pungkas Patahuddin.