Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Menembus Kabut Malino, Pemuda Muhammadiyah Perkuat Ideologi dan Kemandirian Ekonomi Melalui Baitul Arqam

×

Menembus Kabut Malino, Pemuda Muhammadiyah Perkuat Ideologi dan Kemandirian Ekonomi Melalui Baitul Arqam

Share this article

KHITTAH.CO, MALINO, GOWA — Udara dingin dan kabut tipis yang menyelimuti Malino, Gowa, tak menyurutkan langkah kader Pemuda Muhammadiyah. Di SMA Muhammadiyah Malino, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Malino membuka Baitul Arqam Dasar (BAD), Sabtu–Ahad (28 Februari–1 Maret 2026). Kegiatan dua hari itu menjadi penanda awal konsolidasi kader, sekaligus ikhtiar meneguhkan arah gerakan pemuda di wilayah pegunungan yang dikenal sebagai “Kota Bunga” tersebut.

Tema yang diusung, “Pemuda Berdampak: Kokoh dalam Ideologi, Mandiri dalam Ekonomi Umat”, menempatkan pengaderan bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia diproyeksikan sebagai ruang pembentukan karakter dan orientasi praksis: memperkuat ideologi sekaligus membangun kepekaan pada tantangan ekonomi umat.

Ketua PCPM Malino Sapriadi, S.E. mengatakan, suasana Malino yang dingin justru menghadirkan “kehangatan” tersendiri dalam diskusi kader. Peserta yang berasal dari unsur pimpinan dan kader cabang tampak mengikuti sesi demi sesi dengan antusias. Bagi Sapriadi, Baitul Arqam kali ini adalah pintu masuk untuk memetakan kebutuhan kaderisasi, sekaligus menegaskan langkah-langkah strategis gerakan pemuda di tingkat cabang.

“Baitul Arqam ini adalah langkah pertama PCPM Malino untuk memetakan arah gerakan. Kami ingin dari kota yang dingin ini lahir pemuda-pemuda dengan semangat yang membara, kokoh secara ideologi dan tidak goyah oleh tantangan zaman,” kata Sapriadi.

Regenerasi sebagai Napas Organisasi

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gowa Arifuddin Abbas, S.Pd.I., M.Pd. menekankan bahwa pengaderan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan organisasi. Ia menyebut, roda pergerakan Muhammadiyah akan berjalan lebih kuat jika regenerasi dirawat secara disiplin dan berkelanjutan.

“Pengaderan pemuda adalah hal vital yang harus terus dirawat demi regenerasi. Di Malino yang subur ini, kita sedang menanam benih-benih pemimpin masa depan. Tanpa kader yang teruji, roda organisasi tidak akan berputar maksimal,” ujar Arifuddin.

Bagi Arifuddin, tantangan organisasi ke depan bukan hanya soal memperbanyak anggota, melainkan memastikan kader memiliki daya tahan ideologis, ketangguhan moral, serta kemampuan membaca realitas sosial. Di titik itu, Baitul Arqam dipandang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan nilai-nilai dasar organisasi dengan kesadaran atas persoalan riil masyarakat.

Kemandirian Ekonomi sebagai Agenda

Tema kemandirian ekonomi umat menjadi perhatian tersendiri. Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Malino Muh. Arfah, S.E. menyampaikan apresiasi atas inisiatif PCPM Malino yang menjadikan isu ekonomi sebagai bagian dari agenda pengaderan. Menurutnya, kader yang kuat tidak cukup berhenti pada kemampuan berteori, tetapi juga perlu membangun daya hidup ekonomi untuk diri sendiri, organisasi, dan masyarakat sekitarnya.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Baitul Arqam ini. Kami berharap output dari kegiatan ini tidak hanya melahirkan kader yang pandai berteori, tetapi juga mandiri secara ekonomi sehingga mampu menjadi penopang kesejahteraan umat, khususnya di wilayah Malino,” kata Arfah.

Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, penguatan ideologi dan kemandirian ekonomi dinilai menjadi dua fondasi yang saling mengokohkan. Ideologi memberi arah, sedangkan kemandirian ekonomi memberi daya tahan. Dari Malino, dengan kabutnya yang khas, PCPM Malino mencoba menyalakan pesan sederhana: kaderisasi tetap penting, dan dampaknya diharapkan dapat dirasakan lebih luas, melampaui ruang-ruang internal organisasi.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply