KHITTAH.CO, Takalar — Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat daerah di Dusun Bonto Baddo, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, berlangsung meriah dan sarat makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun organisasi Islam berkemajuan tersebut, tetapi juga menandai dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Takalar, Ahad, 4 Januari 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H. Lukman B. Kady, Kepala Kantor Kementerian Agama Takalar H. Solihin, para kepala OPD dan camat se-Kabupaten Takalar; serta sejumlah tokoh Muhammadiyah.
Momentum penting dalam acara ini adalah peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Takalar. Pembangunan pesantren tersebut diharapkan menjadi pusat kaderisasi, pendidikan, dan dakwah yang berorientasi pada penguatan nilai keislaman dan daya saing global.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar Daeng Manye mengungkapkan kedekatan historis dan emosionalnya dengan Muhammadiyah.
“Saya ini sudah Muhammadiyah sejak dari rahim ibu saya, karena ibu saya adalah Pimpinan Aisyiyah di Kaluarrang hingga ke Kota Makassar pada masanya,” ujar Daeng Manye disambut tepuk tangan hadirin.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan secara resmi menyematkan PIN Muhammadiyah kepada Daeng Manye sebagai simbol keanggotaannya dalam persyarikatan. Penyematan ini dinilai sebagai penegasan komitmen kolaborasi antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan serta pembangunan keumatan di Takalar.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Takalar, Dr. H. Islahuddin Tahir, menegaskan bahwa pembangunan pesantren ini merupakan bagian dari visi besar Muhammadiyah Takalar.
“Impian itu gratis, maka bermimpilah yang besar-besar. Pesantren ini harus berskala internasional sehingga menjadi rahmat bagi semesta,” ujarnya.
Ia juga mengutip ayat Al-Qur’an, “Walladziina jaahadu fiina lanahdiannahum subulanaa”, sebagai penguat semangat perjuangan kolektif.
Sementara itu, Ketua Panitia Milad, Basrinuddin Daeng Rola, menyampaikan optimisme terhadap percepatan pembangunan pesantren. Ia menargetkan pembangunan dapat rampung dalam waktu tiga bulan agar penerimaan siswa SMP dan SMA bisa dimulai pada Juni 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Acara ini juga ditandai dengan hibah lahan dan gedung di Jalan Pramuka Selatan dari Prof. Dr. H. Mushawwir Taiyeb kepada Muhammadiyah. Aset tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan amal usaha berupa Sekolah Dasar Islam Internasional di Takalar.
Sesi lelang donasi yang dipandu Wakil Ketua PDM Takalar, Patahuddin Dang Sikki, menjadi salah satu momen paling menarik. Lelang tersebut berhasil mengumpulkan dana tunai sebesar Rp123 juta, ditambah satu unit traktor roda empat dan satu unit traktor roda dua, yang seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan pesantren.
Kontribusi terbesar datang dari Bupati Takalar yang menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp25 juta, ditambah Rp15 juta hasil rembuk para kepala OPD, sehingga total mencapai Rp40 juta. Selain itu, bupati juga menyerahkan satu traktor roda empat dan satu traktor roda dua secara langsung kepada panitia.
Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Takalar ini mencerminkan kuatnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pendidikan berkualitas. Kehadiran Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Takalar diharapkan menjadi pilar baru dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing global.





















