Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

PCM Watampone dan UNIM Bone Klarifikasi Isu Oknum Dosen Terduga Narkoba

×

PCM Watampone dan UNIM Bone Klarifikasi Isu Oknum Dosen Terduga Narkoba

Share this article

KHITTAH.CO, BONE — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Watampone bersama Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi dugaan keterlibatan seorang oknum dosen berinisial Andi Muhammad Taufik alias AT dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Klarifikasi ini disampaikan menyusul isu yang menyebut AT sebagai kader terbaik Muhammadiyah.

Ketua PCM Watampone, Andi Tabrani Rasyid, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Andi Taufik bukan kader aktif Muhammadiyah dan tidak menjabat sebagai ketua maupun pengurus organisasi sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat.

“Yang bersangkutan bukan kader aktif dan bukan bagian dari jajaran pimpinan atau ketua organisasi. Isu yang menyebut demikian tidak benar,” ujar Andi Tabrani saat memberikan keterangan pada Selasa, 6 Januari 2026.

Penegasan serupa disampaikan Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bone, Gunawan, S.Pd., M.Pd. Menurut dia, Andi Taufik tidak pernah terlibat secara aktif dalam kegiatan Muhammadiyah.

“Yang bersangkutan hanya mengaku sebagai Muhammadiyah, tetapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai kader Muhammadiyah,” kata Gunawan.

Gunawan mengungkapkan bahwa pihak Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebelumnya telah beberapa kali memanggil AT untuk memberikan peringatan agar tidak melakukan tindakan menyimpang. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Sudah sering dipanggil dan diperingatkan, tetapi tidak ada perubahan sikap,” ujarnya.

Terkait status AT sebagai dosen, Gunawan menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Bone akan mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan AUM.

“Kami akan memberikan sanksi tegas. Setelah konferensi pers ini, kami akan menggelar rapat internal untuk membahas tindak lanjutnya,” kata Gunawan.

PCM Watampone dan UNIM Bone berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta mencegah munculnya stigma negatif terhadap lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Keduanya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba demi melindungi masa depan generasi muda.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply