Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Penarikan Mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba di Bontobahari, Dorong Inovasi Sosial dan Lingkungan

×

Penarikan Mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba di Bontobahari, Dorong Inovasi Sosial dan Lingkungan

Share this article

KHITTAH.CO, Bulukumba — Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) secara resmi menarik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah melaksanakan pengabdian di Kecamatan Bontobahari. Kegiatan KKN tersebut berlangsung sejak 25 November 2025 hingga 20 Januari 2026 dan ditutup dengan agenda penarikan mahasiswa.

Penarikan ini menandai berakhirnya rangkaian KKN yang diisi dengan berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat serta penguatan potensi lokal.

Ketua Panitia KKN Fakultas Saintek, Hukmah, S.Si., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh program kerja utama dapat terlaksana dengan baik. Program tersebut meliputi pembuatan profil desa, penyusunan peta potensi desa, pelatihan pembuatan sabun cuci piring, serta pelatihan pembuatan pupuk dengan memanfaatkan limbah kayu.

Selain itu, mahasiswa KKN juga menjalankan program literasi keuangan di sejumlah sekolah dengan memberikan edukasi pentingnya menabung sejak dini. Untuk mendukung peningkatan keterampilan masyarakat dan pelajar, mahasiswa turut menggelar pelatihan Microsoft Office.

Program tambahan berupa bakti sosial, seperti pembersihan fasilitas umum di Kecamatan Bontobahari, juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN Fakultas Saintek serta Pemerintah Kecamatan Bontobahari atas dukungan dan kerja sama selama kegiatan berlangsung,” ujar Hukmah.

Sementara itu, Camat Bontobahari, A. Arfhan Syukri, S.T., M.T., menyampaikan terima kasih kepada UM Bulukumba yang kembali mempercayakan wilayahnya sebagai lokasi KKN. Menurutnya, program-program yang dijalankan mahasiswa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dari berbagai program kerja yang telah dilakukan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu solusi dalam mengurangi sampah atau limbah yang terbuang, sekaligus mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna,” kata Arfhan.

Ia juga berharap seluruh aktivitas pengabdian yang dilakukan mahasiswa bernilai ibadah. “Semoga apa yang telah dilakukan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menilai Kecamatan Bontobahari sebagai salah satu lokasi KKN yang konsisten memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa.

“Berdasarkan hasil monitoring dari tahun ke tahun, Kecamatan Bontobahari tidak pernah memberikan masalah. Mahasiswa kami merasa betah dan nyaman mengabdi di sini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan kontribusi UM Bulukumba dalam mendukung promosi potensi wisata di Bontobahari. Menurutnya, setiap tamu yang berkunjung ke UM Bulukumba kerap diarahkan untuk mengunjungi destinasi wisata di kecamatan tersebut sebagai bentuk dukungan promosi daerah.

Menutup sambutannya, Rektor UM Bulukumba menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Bontobahari atas sinergi yang telah terjalin dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan pemerintah setempat sehingga pelaksanaan KKN ini dapat berjalan lancar tanpa kendala,” tutupnya.

Dengan berakhirnya kegiatan KKN ini, UM Bulukumba berharap sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kecamatan Bontobahari dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga program pengabdian ke depan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas dan kemandirian masyarakat.

(Syayyidina Ali)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply