Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pengajian Ramadan PDM Makassar, KH Sudirman Tekankan Makna Tauhid

×

Pengajian Ramadan PDM Makassar, KH Sudirman Tekankan Makna Tauhid

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, KH Sudirman, menegaskan bahwa tauhid yang benar akan membentuk sikap hidup yang jujur, sabar, dan penuh tawakal kepada Allah.

Nilai tauhid, menurutnya, tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seorang muslim.

Hal tersebut disampaikan KH Sudirman dalam Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar PDM Makassar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdakwah) Makassar, Jalan Gunung Lompobattang 201 Makassar, Sabtu, 7 Maret 2026.

Dalam ceramahnya, Sudirman menjelaskan bahwa tauhid mengajarkan manusia untuk bersahabat dengan Allah dan menerima takdir yang telah ditetapkan-Nya. Sikap tersebut akan melahirkan ketenangan batin dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Tauhid itu bersahabat dengan Allah dan dengan takdir-Nya. Tidak ada celaan atas apa pun yang menimpa dirinya,” ujar Sudirman dalam pengajian tersebut.

Ia menambahkan bahwa tugas manusia adalah menjalani kehidupan dengan penuh usaha, disertai doa dan sikap tawakal kepada Allah. Menurutnya, orang yang memiliki tauhid murni tidak akan mudah diliputi rasa kecewa ketika menghadapi cobaan.

“Tugas kita menjalani, berikhtiar, berdoa, dan bertawakal. Orang yang tauhidnya murni tidak mengenal kecewa,” kata Sudirman.

Sudirman juga menekankan bahwa tauhid memiliki dampak langsung terhadap perilaku moral seseorang. Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu akan mendorong seorang hamba untuk berlaku jujur dalam setiap amal perbuatannya.

“Tauhid mendorong laku jujur dalam setiap amal, karena Allah itu ‘Alimun Khabiir, Maha Mengetahui dan Maha Teliti,” ujarnya.

Menurut Sudirman, nilai tauhid juga penting dalam menjaga amanah organisasi, termasuk dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)

Ia menilai pemahaman tauhid yang kuat akan mencegah penyalahgunaan amanah dalam mengelola lembaga umat.

Ia menjelaskan bahwa AUM pada hakikatnya merupakan milik umat yang dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, setiap pengelola harus menjaga amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Lebih lanjut, Sudirman mengingatkan bahwa tauhid tidak hanya berkaitan dengan keyakinan, tetapi juga harus dibangun dengan keseimbangan antara harapan, rasa takut, dan cinta kepada Allah.

“Tauhid harus berbasis raja’, khauf, dan mahabbah, yaitu harapan kepada Allah, rasa takut kepada-Nya, dan cinta kepada-Nya,” tutur Sudirman.

Pengajian Ramadhan yang digelar PDM Makassar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dakwah selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman keislaman warga Muhammadiyah sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk mengamalkan nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply