Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pesan PWM Sulsel di Milad Muhammadiyah Tana Toraja: Takutlah Jika Hidup Tanpa Kebaikan

×

Pesan PWM Sulsel di Milad Muhammadiyah Tana Toraja: Takutlah Jika Hidup Tanpa Kebaikan

Share this article

KHITTAH.CO, TANA TORAJA — Di bawah langit yang teduh, Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja tampak lebih semarak dari biasanya. Kibaran bendera sang surya dan umbul-umbul biru menyambut ratusan tamu yang hadir untuk memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah.

Resepsi Milad kali ini tak sekadar menjadi perayaan seremonial. Acara tersebut menjelma sebagai ruang perjumpaan lintas elemen masyarakat. Jajaran Forkopimda Kabupaten Tana Toraja duduk berdampingan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Wahdah Islamiyah, LDII, PCNU, hingga Muslimat NU, turut hadir memenuhi undangan.

Kehadiran lintas organisasi ini mencerminkan kuatnya semangat ukhuwah Islamiyah di Tana Toraja, yang melampaui batas-batas struktural dan kelembagaan.

Momentum Milad ke-113 juga dirangkaikan dengan Refleksi 90 Tahun Muhammadiyah Tana Toraja, menandai perjalanan panjang persyarikatan dalam mengabdi kepada umat dan bangsa. Selama hampir satu abad, Muhammadiyah di wilayah ini telah berkiprah melalui dakwah, pendidikan, layanan kesehatan, hingga aksi-aksi sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Puncak acara diwarnai dengan pidato milad oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd.I. Dalam suasana yang hening, ia menyampaikan pesan reflektif tentang makna kehidupan dan pengabdian.

“Jangan takut dengan kematian, karena kematian adalah keniscayaan. Namun, takutlah jika hidup berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan.” Ujarnya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesan tersebut menjadi penegasan nilai dasar gerakan Muhammadiyah, yaitu kebermanfaatan sosial. Seruan itu pula yang menguatkan komitmen warga persyarikatan untuk terus menghadirkan karya nyata di tengah masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dari respons positif para hadirin terhadap agenda Infaq Pembebasan Lahan Pesantren, yang digelar pada kesempatan yang sama. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam bidang pendidikan dan kaderisasi umat.

Rangkaian acara ditutup menjelang siang hari. Namun, refleksi tentang “jejak kebaikan” yang disampaikan dalam Milad ke-113 Muhammadiyah Tana Toraja tetap membekas. Bagi warga Muhammadiyah setempat, peringatan ini menjadi pengingat bahwa persyarikatan bukan sekadar tempat bernaung, melainkan sarana untuk terus menebar manfaat bagi sesama dan daerah.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply