Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

PP IPM 2026-2028 Dikukuhkan: Usung Arah Baru Gerakan Pelajar, Haedar Nashir Tekankan Fondasi Tauhid dan Keilmuan

×

PP IPM 2026-2028 Dikukuhkan: Usung Arah Baru Gerakan Pelajar, Haedar Nashir Tekankan Fondasi Tauhid dan Keilmuan

Share this article

KHITTAH.CO, YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2026-2028 resmi dikukuhkan pada Ahad, 12 April 2026, di Amphitarium Lantai 9 Gedung KH Ahmad Dahlan, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Pengukuhan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru IPM di tengah tantangan perubahan generasi, percepatan teknologi digital, serta kebutuhan akan gerakan pelajar yang lebih dekat dengan realitas sosial.

Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram menegaskan, pengukuhan tersebut tidak semata menjadi seremoni organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen sejarah dan tanggung jawab pelajar Muhammadiyah. Menurut dia, tema “Arah Baru IPM: Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Semesta” merupakan penegasan bahwa IPM harus hadir lebih nyata di tengah kehidupan pelajar.

“Di pundak kita tersemat lambang pena, bukan sekadar simbol, tetapi tanggung jawab intelektual dan moral bagi pelajar Indonesia,” ujar Dany dalam pidato iftitahnya.

Dany menilai, derasnya arus informasi pada era kini sering tidak berjalan seiring dengan kedalaman makna. Di saat teknologi berkembang sangat cepat, empati sosial justru tidak selalu ikut bertumbuh. Karena itu, ia menegaskan IPM tidak boleh hanya sibuk dalam rutinitas formal dan administratif yang kaku.

Menurut dia, organisasi pelajar harus turun langsung ke sekolah, madrasah, dan komunitas, termasuk di wilayah-wilayah pinggiran yang kerap luput dari perhatian. “IPM harus turun ke sekolah, madrasah, hingga komunitas di pelosok desa. Di mana ada persoalan pelajar, di situ IPM harus hadir memberi solusi,” kata Kader IPM asal Bone, Sulawesi Selatan itu.

Ia menambahkan, IPM bukan sekadar nama organisasi, melainkan gerakan perjuangan pelajar yang menyangkut nasib jutaan generasi muda Indonesia. Persoalan itu, menurut dia, mencakup keterbatasan akses pendidikan, krisis identitas, hingga tekanan mental yang dialami pelajar di kawasan perkotaan. Karena itu, setiap kebijakan di tingkat pusat, katanya, harus benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.

Amanah Ketum PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam sambutannya menekankan bahwa IPM perlu responsif menghadapi perubahan lanskap zaman, terutama yang berkaitan dengan kehidupan generasi Z dan generasi Alpha. Ia menyebut ekosistem sosial budaya generasi hari ini telah berubah secara sangat cepat, terutama karena dunia digital telah membentuk ruang hidup baru bagi anak muda.

“Ekosistem sosial budaya generasi hari ini sudah sangat berbeda. Dunia mereka adalah dunia digital yang serba cepat, bahkan melampaui generasi sebelumnya,” ujar Haedar.

Haedar mengingatkan, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence, tidak otomatis melahirkan kemanusiaan yang lebih kuat. Dalam kehidupan digital, justru muncul tantangan seperti perundungan, krisis empati, dan pelunturan nilai. Karena itu, IPM dinilai perlu menghadirkan kecerdasan yang tidak hanya teknologis, tetapi juga humanis.

Ia lalu mengaitkan arah gerakan IPM dengan nilai-nilai fundamental Al Quran, khususnya konsep Nuun wal qalami wa maa yasthuruun dalam Surat Al Qalam ayat 1, serta perintah Iqra dalam Surat Al Alaq ayat 1. Menurut Haedar, keduanya menjadi dasar bagi lahirnya tradisi keilmuan yang rasional, kreatif, dan tetap bertumpu pada tauhid.

“Iqra bukan sekadar membaca, tetapi memahami, mengimajinasikan, dan mengembangkan pengetahuan atas nama Tuhan. Dari situlah lahir peradaban yang mencerahkan,” katanya.

Haedar juga mengingatkan pentingnya penguasaan metodologi berpikir melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Menurut dia, kader IPM tidak cukup hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga harus kokoh secara ideologis dan matang secara intelektual. Ia menegaskan, nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan tidak boleh luntur di tengah perubahan zaman.

Susunan Pengurus PP IPM 2026-2028

Adapun susunan lengkap PP IPM periode 2026-2028 adalah sebagai berikut:

Ketua Umum: Dany Rahmat Muharram
Sekretaris Jenderal: Tsabita Ikrima Al Arify
Bendahara Umum: Rizki Anugrah Robby
Bendahara 1: Sailendra Gusnan
Bendahara 2: Muhammad Indra
Bendahara 3: Aisyah Nur Rahima
Bendahara 4: Warhamna Ilham
Bendahara 5: Muhammad Nasir

Bidang Organisasi
Ketua: Yudhistira Ananta
Sekretaris: Fikki Dermawan
Anggota: Haris Wimardin, Farras Mahdy Ibadurrahman Nur, Dwi Azhar Ramadhani, Ahmad Afif

Bidang Perkaderan
Ketua: Muhammad Zulfa Zaidan Ichsanie
Sekretaris: Riko Adi Viantoro
Anggota: Siti Muzdalifah Maghfirah Arsal, M. Nizar Syahroni, Suhendra Iswahyudi

Bidang Kajian Dakwah Islam
Ketua: Framanahadi
Sekretaris: Haliza Khoirun Nisa
Anggota: Luthfi Alamsyah, Muhammad Ihsan Barori, Fadrianti

Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Ketua: Radhi Nugraha
Sekretaris: Qonita Labibah Rahmah
Anggota: Januardi, Alvito Afriansyah, Hafidz Dinulloh, Muhammad Azlan Syah A.

Bidang Seni Budaya
Ketua: Riestu Fauzan Akbar
Sekretaris: Rayhan Bachtiar Dwi Bayu B.
Anggota: Lucita Ageng Prayoga, Renaldi Arsyach Panggabean, Fadhlan Muhammad Ahsanul A., Ahmad Al Ghifari Muslim

Bidang Pengembangan Prestasi Keolahragaan
Ketua: Ghufran Al Ghifary Kamiluddin
Sekretaris: Sugandy Tri Putra Giling
Anggota: Yuda Arya Anggita, Hafiz Ardhiyansah, Mohammad Khadafi Supit, M. Abida

Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik
Ketua: Muhammad Syahrul Ilyas
Sekretaris: Muh. Yusuf M.
Anggota: Amartian Bagus Pratama, Muhammad Udil Saputra, Sabrina Qurataakyun Syafina, Alfin Aunillah

Bidang Ekonomi Kreatif
Ketua: Muhammad Rizki Maulana
Sekretaris: Muhammad Rofiqul Annam
Anggota: Agha Krisannanda Firdaus, Heri Rismawan, Fefriza Muharamah, Zalsa Iswahyuni

Bidang Pengarusutamaan Gender
Ketua: Fajry Annur
Sekretaris: St. Hafizah Marzuqah
Anggota: Almasy Tsalisa Haiba, Sitti Nur Rohimah, Rifazul Mu’minin, Islami Z., Dian Maulida

Bidang Hubungan Kerjasama Internasional
Ketua: Syifa Yustiana
Sekretaris: Andi Muhammad Fatur Rahman
Anggota: Sakinah Fitrah Rahmah, Annisa Balqis Nurhayati, Arif Yandika Rahman, Ryan Fikry Maulana

Bidang Lingkungan Hidup
Ketua: Indri Narulita
Sekretaris: Marchelino Bagaskara
Anggota: Wanda Nur Hamidah, Khumairah Ramadhan, Abu Dzar

Bidang Kesehatan
Ketua: Muhammad Ade Tisna
Sekretaris: Naufal Yumna Pangestu
Anggota: Mohd. Haisyam, Suryana Rizky Romadhoni, Muhammad Rifqy Haiqal

Bidang Teknologi Informasi
Ketua: Umul Fatimah
Sekretaris: Umar Syafiudin
Anggota: Fajar Ananda Rizalen Latiep, Ravi Al-Fadihilah, Noorlaini Marratain, Miftahul Khaer Syafruddin

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply