Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini

Roadmap Indonesia Emas 2045: Tantangan, Peluang, dan Arah Kebijakan Nasional

×

Roadmap Indonesia Emas 2045: Tantangan, Peluang, dan Arah Kebijakan Nasional

Share this article

Oleh: Ahmad Suryadi (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)

KHITTAH. CO – Pada tahun 2045, Indonesia akan merayakan satu abad sejak mencapai kemerdekaan. Tahun ini menandai tidak hanya perayaan seratus tahun kemerdekaan, tetapi juga kesempatan krusial bagi bangsa untuk memperkuat cita-cita luhur: mewujudkan Indonesia Emas 2045, sebuah impian tentang negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur[1]. Untuk mencapai titik tersebut, dibutuhkan peta jalan pembangunan yang tidak hanya menunjukkan arah perjalanan, tetapi juga mengantisipasi berbagai tantangan, memanfaatkan peluang, dan menetapkan kebijakan strategis yang sesuai.

Masalah yang dihadapi Indonesia cukup kompleks. Salah satu isu fundamental adalah mutu sumber daya manusia. Walaupun populasi sangat banyak, mutu pendidikan dan kemampuan tenaga kerja tetap belum sebanding dengan negara-negara maju. Rendahnya kemampuan digital, minimnya penelitian dan inovasi, serta disparitas kualitas pendidikan antara perkotaan dan pedesaan bisa menghalangi daya saing bangsa di zaman Revolusi Industri 4.0[2]. Selain itu, ketidaksamaan pembangunan antarwilayah masih jelas tampak. Wilayah barat Indonesia biasanya lebih berkembang daripada wilayah timur, baik dalam aspek infrastruktur, layanan publik, maupun akses terhadap kesempatan ekonomi.

Selain itu, Indonesia juga mengalami gangguan teknologi yang dapat mengubah pemandangan kerja dan ekonomi. Otomasi dan kecerdasan buatan dapat mengancam lenyapnya jutaan pekerjaan tradisional jika tidak diatasi dengan peningkatan keterampilan. Selain itu, isu lingkungan dan energi semakin mendesak. Perubahan iklim, pencemaran, penebangan hutan, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil menghadirkan ancaman jangka panjang bagi kemajuan berkelanjutan. Semua itu semakin buruk karena tantangan dalam tata kelola pemerintahan, di

mana praktik korupsi, birokrasi yang rumit, dan kurangnya transparansi publik masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Meskipun terdapat berbagai tantangan, Indonesia memiliki kesempatan besar yang tidak dapat diabaikan. Bonus demografi yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an adalah aset utama. Apabila generasi produktif menerima pendidikan dan keterampilan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi[3]. Sebaliknya, peluang ekonomi digital juga sangat besar. Dengan jumlah pengguna internet yang terus berkembang, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi digital terkemuka di Asia Tenggara. Selain itu, kekayaan sumber daya alam dari sektor pertambangan, pertanian, dan kelautan dapat menjadi dasar yang kokoh untuk pembangunan ekonomi yang inklusif, selama dikelola dengan bijaksana dan berkelanjutan. Selain itu, kedudukan strategis Indonesia di rute perdagangan internasional memberikan keuntungan geopolitik untuk memperkuat peran globalnya lewat diplomasi ekonomi, politik, dan budaya.

Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kebijakan nasional perlu difokuskan pada transformasi yang komprehensif. Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan adalah hal yang sangat penting. Kurikulum perlu menekankan kemampuan abad ke-21, seperti keterampilan digital, inovasi, pemikiran kritis, dan kemampuan bekerja sama. Penanaman modal dalam penelitian dan inovasi juga sangat krusial untuk membangun daya saing negara[4].

Dalam sektor ekonomi, pergeseran menuju ekonomi yang berfokus pada inovasi dan teknologi harus segera dilaksanakan. Indonesia tidak dapat terus bergantung pada ekspor bahan baku; sebaliknya, sektor berbasis kreativitas, digitalisasi, dan energi terbarukan perlu diperkuat. Bersamaan dengan itu, pemerataan pembangunan wajib dijadikan prioritas.

Pada akhirnya, Indonesia Emas 2045 bukan hanya angan-angan yang jauh di depan. Itu adalah visi yang bisa direalisasikan jika negara ini dapat memahami tantangan, memanfaatkan kesempatan, dan menerapkan kebijakan yang sesuai. Bonus demografi yang melimpah, potensi ekonomi digital, sumber daya alam, dan posisi strategis Indonesia di dunia akan menjadi percuma jika tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, apabila seluruh potensi tersebut dioptimalkan melalui kebijakan yang tepat, maka Indonesia memiliki kesempatan besar untuk sepadan dengan negara-negara maju dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global pada satu abad kemerdekaannya.

[1]Wardani, Farah. “Kreativitas & Kebangsaan: Seni Menuju Paruh Abad XXI-36Prosiding Seminar Dies Natalis ke-36ISI Yogyakarta.” (2020).

[2]Adnyana, Putu Eka Sura, Andra Juansa, Erfina Rianty, Dewi Retno Sari Saputro, AndryadiAndryadi, Komang Redy Winatha, Yogi Yunefri, Mohamad Awal Lakadjo, Andri Gunadi, and Tri Na’imah. Pendidikan Abad Ke-21: Tantangan, Strategi dan Inovasi Pendidikan Masa Depan. PT. Star Digital Publishing, 2025.

[3]Astina, Made Arya. Merajut Kompetensi Dari Dunia Pendidikan Hingga Sertifikasi. Deepublish, 2024.

[4]Iyanda, Riri Fratiwi, Reva Kurnia Dewita, Riski Apriyanti, Merika Setiawati, and Hendri Budi Utama. “Inovasi Pendidikan Mulalui Kurikulum Merdeka: Upaya Meningkatkan Keterampilan Siswa di Abad ke-21.” Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan| E-ISSN: 3062-7788 2, no. 1 (2025): 390-394.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply