Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Sekretaris PDM Makassar: Perlu Integrasi Akhlak dalam Manajemen Organisasi Muhammadiyah

×

Sekretaris PDM Makassar: Perlu Integrasi Akhlak dalam Manajemen Organisasi Muhammadiyah

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, Dr. Ir. Ahmad AC, SE., MM., IPM, memaparkan urgensi integrasi nilai akhlak dalam sistem manajemen organisasi.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap program kerja selaras dengan ideologi gerakan Islam yang berkemajuan.

Hal ini disampaikan saat memberikan materi pada pengajian ramadan 1447H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Makassar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Makassar, Sabtu, 7 Maret 2026.

Dosen Unismuh Makassar ini menekankan bahwa pengelolaan organisasi di lingkungan Muhammadiyah tidak boleh hanya mengandalkan kemahiran administratif, tetapi harus berpijak pada landasan Al-Qur’an.

Dalam presentasinya, ia merujuk pada beberapa ayat suci, termasuk Surah Al-Qalam ayat 4 dan Al-Ahzab ayat 21, sebagai fondasi pembentukan karakter kader. Menurutnya, manajemen yang efektif lahir dari pribadi yang memiliki keteladanan atau uswatun hasanah.

“Manajemen organisasi di Muhammadiyah adalah dakwah. Oleh karena itu, seluruh proses mulai dari perencanaan hingga pengawasan wajib menyertakan nilai keikhlasan dan amanah,” ujar Ahmad saat menyampaikan materi.

Beliau menegaskan bahwa tanpa fondasi akhlak yang kuat, struktur organisasi hanya akan menjadi benda mati yang kehilangan ruh perjuangannya.

Dalam membedah strategi implementasi program, Ahmad menjelaskan empat tahapan utama yang mencakup planning, organizer, actuating, dan controling.

Ia menyebutkan bahwa tahap organizer sangat krusial dalam menghimpun struktur dan tim kerja yang solid. PDM Kota Makassar berkomitmen untuk memastikan setiap pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati bersama.

Ahmad juga menguraikan konsep “Berjiwa Al-Maun” sebagai identitas unik akhlak bermuhammadiyah. Konsep ini menuntut setiap pimpinan dan anggota untuk memiliki kepedulian nyata terhadap kaum duafa, fakir, dan miskin. “Kita harus menjadi organisasi yang inklusif, toleran, dan selalu mengedepankan sikap moderat atau wasathiyah dalam berdakwah,” tambah Ahmad dalam sesi tanya jawab.

Terkait kepemimpinan, Ahmad menggarisbawahi pentingnya sistem kolektif-kolegial yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.

Sistem ini menuntut kerja sama tim yang setara dan menghindari dominasi individu dalam pengambilan keputusan. Karakter pemimpin yang melayani menjadi standar utama yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang kebijakan di tingkat daerah hingga ranting.

Ahmad menyatakan bahwa seorang pemimpin di lingkungan PDM harus memiliki jiwa gerakan yang aktif untuk menggerakkan roda organisasi secara dinamis.

Beliau berpendapat bahwa keikhlasan dalam beribadah dan bekerja secara jujur semata-mata karena Allah SWT adalah kunci keberlanjutan organisasi. Hal ini menjadi pembeda utama antara manajemen sekuler dengan manajemen organisasi dakwah.

Selain karakter utama, narasumber juga mewajibkan para pimpinan untuk meneladani empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW, yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathanah. Sifat Fathanah atau kecerdasan, menurut Ahmad, sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks melalui semangat Tajdid atau pembaruan.

“Kita dituntut untuk terus berinovasi dan berani melepas tradisi yang tidak lagi sesuai dengan syariat,” tegasnya.

Pada bagian pengawasan, fungsi coordinating atau koordinasi ditekankan sebagai instrumen monitoring yang efektif.

PDM Kota Makassar menggunakan mekanisme ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan nilai dalam eksekusi program lapangan. Transparansi dalam laporan pertanggungjawaban menjadi perwujudan nyata dari sifat amanah yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Paparan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi seluruh pimpinan cabang dan ranting di bawah naungan PDM Kota Makassar dalam menjalankan amanat musyawarah.

Melalui internalisasi akhlak dan manajemen yang profesional, Muhammadiyah optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Agenda ini akan dilanjutkan dengan lokakarya penyusunan rencana strategis masing-masing majelis pada pekan mendatang.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply