
KHITTAH.CO, MAKASSAR – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PW PM) Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal menggelar Pendidikan Dasar (Dikdas) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) pada pasca Ramadan, tepatnya pada tanggal 21-24 April 2025. Kegiatan itu bakal melibatkan empat daerah, yaitu Takalar, Gowa, Makassar dan Maros.
Ketua PM Sulsel, Heriwawan menyampaikan rencana program itu saat rapat rutin Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel di Lantai 17 Menara Iqra Unismuh Makassar, Rabu, 12 Februari 2025.
“Seingat saya, pesan PWM Sulsel saat kami pelantikan, salah satunya adalah memasifkan perekrutan anggota KOKAM. Insyaallah semua telah kami siapkan, pelaksanaannya tidak lama lagi,” ujar Heriwawan.
Selama ini, kata dia, peserta Dikdas KOKAM, apalagi di Makassar, cenderung melibatkan mahasiswa aktif Unismuh Makassar. Namun Heriwawan menyadari perekrutan KOKAM yang menyasar mahasiswa perlu dievaluasi.
“Mayoritas anggota KOKAM pulang kampung saat studi mereka sudah selesai, dan kebanyakan mereka berasal dari Provinsi lain,” kata Heriwawan.
Untuk mengatasi hal itu, Heriwawan meminta pandangan PWM untuk rencananya merekrut siswa di sekolah Muhammadiyah. Cara itu, kata dia, telah diterapkan di beberapa daerah dan menunjukkan hasil yang baik.
“Maka kami akan merekrut siswa, dan sudah diterapkan di Gowa. Kalau bisa izinkan kami agar sekolah-sekolah Muhammadiyah diberi ruang dan izin mengikuti Dikdas KOKAM,” usul dia.
Tanggapan PWM Sulsel
Wakil Ketua PWM Sulsel, Mawardi Pewangi merespons usulan Heriwawan untuk merekrut anak sekolah menjadi anggota KOKAM. Dia mengungkapkan bahwa hal itu sejalan dengan amanah Rapat Koordinasi (Rakornas) Lembaga Pembinaan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) untuk memberi ruang santri menjadi anggota KOKAM.
“Itu sudah kita jalankan, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece sudah menerapkan itu,” ujar Mawardi.
Selain itu, Mawardi juga menyinggung Unismuh Makassar yang telah mengesahkan KOKAM sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Tetap harus merekrut mahasiswa, itu bisa dimasifkan,” pinta dia.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua PWM Sulsel, Pantja Nur Wahidin menggarisbawahi satu catatan jika ingin merekrut siswa menjadi anggota KOKAM.
“Kalau merekrut siswa kan usianya perlu diperhatikan. Misalkan merekrut siswa MTs/SMP, mereka akan diberdayakan dalam hal apa, usianya kan masih terlalu muda, sementara tugas dan tanggung jawab KOKAM bukan hal remeh temeh. Nah kalau merekrut anak MA/SMA di daerah-daerah, tak lama setelah itu mereka juga akan melanjutkan pendidikan di kampus,” tutur Pantja.
Karena itu, ia menyarankan agar proses rekrutmen KOKAM perlu memprioritaskan generasi muda yang memang tinggal dan mengabdi di daerahnya masing-masing.
Begitu juga setelah bergabung dengan Pemuda Muhammadiyah, apakah melalui jalur Baitul Arqam atau Dikdas KOKAM, Pantja menekankan agar mereka diberdayakan sesuai dengan levelnya.
“Akan diapakan setelah bergabung di Pemuda Muhammadiyah itulah hal yang penting, termasuk peran apa yang harus mereka jalankan di Muhammadiyah,” tandas dia.
Diketahui, Heriwawan menemui PWM Sulsel bersama sejumlah pengurus lainnya, yakni Komandan KOKAM Sulsel Hasanuddin Wiratama, Syamsul Hidayat dan Ikhwan Aulia.
Kualifikasi Peserta dan Persyaratan Administrasi
Panitia Dikdas KOKAM Sulsel membatasi usia calon peserta pada rentan usia 18-35 tahun. Sementara untuk Dikdas KOKAM Sulsel kali ini hanya diperuntukkan peserta yang berdomisili di Takalar, Gowa, Makassar dan Maros.
Selain itu, Dikdas KOKAM Sulsel juga hanya terbuka bagi umat muslim dan memiliki tinggi badan minimal 160 bagi laki-laki dan 155 bagi perempuan.
Untuk keterangan lebih lanjut, informasi detail bisa diakses pada Term of Reference Dikdas KOKAM Sulsel 2025.