Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan, Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti Dipastikan Hadir 28 Maret

×

Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan, Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti Dipastikan Hadir 28 Maret

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan memajukan pelaksanaan Syawalan 1447 Hijriah menjadi Sabtu, 28 Maret 2026, dari jadwal semula sehari sesudahnya. Kegiatan akan berlangsung di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan mulai pukul 08.00 Wita dan menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Abdul Mu’ti dipastikan hadir untuk menyampaikan Hikmah Syawalan 1447 H.

Kepastian perubahan jadwal itu mengemuka dalam rapat panitia yang digelar melalui Zoom, Rabu malam, 25 Maret 2026. Rapat dipandu Sekretaris Panitia Prof Andi Sukri Syamsuri dan dihadiri Bendahara Panitia Dr Ihyani Malik serta para koordinator divisi. Dalam pertemuan tersebut, panitia mematangkan rangkaian acara sekaligus memastikan kehadiran Abdul Mu’ti, sehingga Syawalan tahun ini diproyeksikan menjadi momentum penting silaturahmi warga Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Ketua Panitia Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, yang juga Rektor Unismuh Makassar, dalam forum itu menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh agar pelaksanaan Syawalan berlangsung tertib, khidmat, dan mencerminkan semangat kebersamaan persyarikatan.

Rakhim mengatakan, Idulfitri merupakan momentum kemenangan spiritual setelah sebulan penuh umat Islam menjalani puasa Ramadhan. “Idulfitri adalah hari kemenangan setelah umat Islam berjuang melawan hawa nafsu. Ini bukan hanya tentang kembali makan, tetapi kembali pada kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Idulfitri harus dimaknai sebagai ajang kembali kepada fitrah, mempererat ukhuwah, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Menurut dia, bagi Muhammadiyah, Syawalan merupakan ruang untuk meneguhkan persaudaraan setelah Ramadhan, merekatkan hubungan sosial, dan meneguhkan semangat gerakan setelah sebulan penuh umat ditempa oleh pengalaman spiritual.

“Bagi Muhammadiyah, Syawalan merupakan ruang untuk meneguhkan persaudaraan setelah Ramadan, merekatkan hubungan sosial, dan meneguhkan semangat gerakan setelah sebulan penuh umat ditempa oleh Ramadan,” tandas Rakhim.

Ia menyebut, ribuan orang akan memenuhi pelataran Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Ia berharap cuaca cerah agar acara dapat berlangsung lancar. Namun, panitia juga menyiapkan langkah antisipatif bila hujan turun. “Kalau pun hujan, Insyaallah, kita akan persiapkan Gedung Pusdam atau masjid sebagai lokasi Syawalan,” katanya.

Menteri Dijadwalkan Hadir

Rakhim juga menyampaikan bahwa protokoler Kemendikdasmen telah menjadwalkan kehadiran Menteri Prof Abdul Mu’ti. “Kamis siang, tim protokoler akan mengecek kesiapan lokasi sekaligus berkoordinasi dengan panitia,” ungkapnya.

Sekretaris Panitia, Prof Andi Sukri Syamsuri, yang akrab disapa Prof Andis, menilai kehadiran Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen memberi makna yang lebih luas bagi Muhammadiyah. Menurut dia, Muhammadiyah sejak awal menempatkan pendidikan sebagai jantung dakwah.

“Kehadiran Pak Menteri Dikdasmen yang juga kader Muhammadiyah menjadi peneguhan simbolik bahwa amal usaha pendidikan bukan sekadar aktivitas kelembagaan, melainkan bagian dari agenda besar membangun manusia Indonesia yang berilmu dan berkarakter, ” ungkap Prof Andis.

Sementara itu, Bendahara Panitia Dr Ihyani Malik menegaskan pentingnya pelayanan maksimal bagi ribuan peserta yang akan hadir. “Kami ingin memastikan berapa jumlah peserta dari tiap daerah, agar persiapan pelayanan bisa lebih maksimal, mulai dari kesiapan tenda, kursi, hingga penyiapan konsumsi,” ujarnya.

Acara Pendukung

Panitia menyiapkan sejumlah acara pendukung yang memperlihatkan bahwa Syawalan bukan hanya forum silaturahmi, tetapi juga agenda penguatan organisasi dan pelayanan umat. Rangkaian kegiatan itu meliputi peresmian Klinik Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, pengukuhan Muallaf Learning Center Lembaga Dakwah Komunitas PWM Sulsel, serta serah terima pengelolaan tanah/gedung wakaf kepada Muhammadiyah Sulsel.

Selain itu, panitia juga akan meluncurkan buku “Tauhid sebagai Energi Spiritual dan Sosial Muhammadiyah (Bunga Rampai Pemikiran dan Aplikasinya)”. Buku tersebut merupakan kompilasi hasil Pengajian Ramadhan PWM Sulsel yang digelar di Pesantren Darul Arqam Gombara pada pekan kedua Ramadhan lalu.

Berdasarkan manual acara, Ketua Panitia Dr Abd Rakhim Nanda dijadwalkan menyampaikan laporan panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua PWM Sulsel Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag., sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, lalu ditutup dengan Hikmah Syawalan oleh Prof Abdul Mu’ti.

Syawalan tahun ini akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai unsur persyarikatan, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, Organisasi Otonom, hingga warga Muhammadiyah dari berbagai daerah. Dengan komposisi peserta seperti itu, Syawalan 1447 Hijriah tidak hanya menjadi ajang temu pasca-Idulfitri, tetapi juga forum konsolidasi besar Muhammadiyah Sulsel pada momentum Syawal tahun ini.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply