Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Unismuh Bidik Program Spesialis Bedah, Anestesi, dan Kulit, Belajar ke USM Malaysia

×

Unismuh Bidik Program Spesialis Bedah, Anestesi, dan Kulit, Belajar ke USM Malaysia

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIK Unismuh) melakukan kunjungan benchmarking ke School of Medical Sciences Universiti Sains Malaysia (USM) untuk mempersiapkan pembentukan program pendidikan dokter spesialis. Kunjungan berlangsung di Kampus Kesehatan USM, Kelantan, Malaysia, Rabu, 14 Januari 2026.

Benchmarking dilakukan untuk mempelajari pengelolaan pendidikan spesialis dan kurikulum kedokteran yang telah dikembangkan USM sejak 1979. Dari kunjungan ini, FKIK Unismuh menargetkan terbentuknya program studi pendidikan dokter spesialis bedah, anestesi dan terapi intensif, serta dermatovenerologi yang memenuhi standar akreditasi nasional maupun internasional.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan FKIK Unismuh berdiskusi dengan pimpinan School of Medical Sciences USM mengenai struktur organisasi, kebutuhan staf akademik, model kurikulum, hingga sistem pembinaan dokter spesialis dan subspesialis yang menjadi salah satu kekuatan kampus itu. Pembahasan juga mencakup pola rotasi klinik serta skema kerja sama dengan rumah sakit pendidikan yang diperlukan untuk membuka program spesialis di Makassar.

Pimpinan USM menjelaskan, School of Medical Sciences berada di bawah payung Health Campus yang juga menaungi School of Dental Sciences, School of Health Sciences, serta rumah sakit spesialis milik USM. Karena itu, USM menggunakan istilah “school”, bukan fakultas.

“Kami berada di bawah Health Campus, dengan beberapa school yang saling terintegrasi, termasuk rumah sakit spesialis Universiti Sains Malaysia,” ujar pimpinan School of Medical Sciences USM.

USM juga menekankan kekuatan lembaganya pada program pascasarjana, khususnya pendidikan spesialis dan subspesialis. “Kami memiliki hampir 2.000 mahasiswa pascasarjana, dan sekitar 1.500 di antaranya mengikuti pelatihan klinis spesialis,” katanya.

Rombongan FKIK Unismuh dipimpin Dekan FKIK Unismuh Prof Dr dr Suryani As’ad, MSc, SpGK(K), didampingi Wakil Dekan I Dr dr A Weri Sompa, SpN(K), serta sejumlah dosen klinis dari berbagai disiplin. Mereka mengikuti paparan resmi pimpinan School of Medical Sciences USM terkait profil kelembagaan, sejarah, dan capaian pendidikan kedokteran.

Prof Suryani mengatakan, pengalaman USM mengelola peserta pendidikan spesialis dalam jumlah besar dapat menjadi rujukan bagi Unismuh Makassar dalam menyiapkan program sejenis. Ia menilai, benchmarking ini sekaligus memperkuat jejaring internasional untuk mempercepat persiapan dokumen akademik dan regulasi pendukung pembukaan program spesialis.

Dalam sesi penutupan, pimpinan FKIK Unismuh juga mengundang pihak USM melakukan kunjungan balasan ke Makassar pada April mendatang, sekitar dua bulan setelah Idulfitri. “So, we are inviting you all in April, two months later after Raya, hopefully you can come and we can discuss,” ujar pimpinan FKIK Unismuh.

Undangan tersebut ditujukan untuk memperdalam pembahasan teknis, mulai dari penyusunan kurikulum, penjaminan mutu akademik, hingga peluang mobilitas dosen dan mahasiswa. FKIK Unismuh berharap pertemuan lanjutan di Makassar dapat menghasilkan rencana kerja sama yang lebih konkret dalam pendidikan spesialis dan riset kesehatan.

Kunjungan benchmarking ini dinilai menjadi langkah strategis FKIK Unismuh dalam memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran serta menyiapkan program spesialis yang responsif terhadap kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia Timur.

(Ikhsan Mursad)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply