
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melalui Fakultas Teknik menggelar kuliah tamu internasional bertajuk International Guest Lecture dalam rangka program International Collaboration and Sharing Session Morning Class #11. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 9 Februari 2026, itu diikuti ratusan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.
Forum ini menghadirkan akademisi dari Fakultas Teknik Thaksin University (TSU), Thailand, bersama dosen Fakultas Teknik Unismuh Makassar. Tema yang diangkat menyoroti peran ilmu teknik dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di tengah perubahan global yang kian kompleks.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional antara Fakultas Teknik Unismuh Makassar dan Fakultas Teknik Thaksin University. Lebih dari sekadar forum akademik, pertemuan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman ilmiah, dan pengembangan jejaring riset antara kedua institusi.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar, Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, ST., MT., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada akademisi Thaksin University yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, forum lintas negara semacam ini penting untuk memperluas cakrawala mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang penelitian.
“Kegiatan ini menjadi ruang berbagi ilmu antara akademisi dari dua negara. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, maupun kegiatan akademik lainnya,” ujar Syafaat.
Ia menjelaskan, Fakultas Teknik Unismuh Makassar saat ini memiliki lima program studi, yakni Teknik Sipil, Teknik Elektro, Arsitektur, Informatika, serta Perencanaan Wilayah dan Kota. Dalam pandangannya, kolaborasi internasional merupakan salah satu strategi penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan dan penelitian.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Thaksin University, Associate Professor Dr. Jatupron Kaew-On, menegaskan pentingnya kerja sama akademik antarperguruan tinggi di tingkat global. Ia menilai kolaborasi semacam ini membuka peluang yang luas bagi pengembangan riset dan inovasi di bidang teknik.
“Kerja sama internasional memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk bertukar gagasan, memperluas perspektif, serta menghasilkan penelitian yang berdampak global,” kata Jatupron.
Baca Juga: Wakil Ketua PDM Makassar Ramli Haba: Pengelolaan Organisasi Harus Selaras dengan Gerakan Tajdid
Peran Teknik dalam Keberlanjutan Lingkungan
Dalam sesi pemaparan, dosen Fakultas Teknik Thaksin University, Dr. Mojtaba Safari, mengangkat topik mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam praktik rekayasa teknik. Ia menjelaskan bahwa prinsip ESG kini semakin relevan dalam berbagai proyek infrastruktur dan teknologi modern.
Menurut Safari, insinyur memiliki posisi strategis dalam memastikan setiap sistem teknologi dirancang dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, aspek sosial, serta tata kelola yang baik. Karena itu, penerapan ESG tidak semata menjadi urusan pembuat kebijakan, tetapi juga tanggung jawab praktisi teknik di lapangan.
“Para insinyur memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan teknologi yang dikembangkan tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Amawasee Rukruang dari Fakultas Teknik Thaksin University. Ia membahas kontribusi riset teknik terhadap pengembangan teknologi berkelanjutan. Menurut dia, kolaborasi penelitian antaruniversitas dapat mempercepat lahirnya inovasi di berbagai bidang, mulai dari energi, material, hingga sistem industri.
Pandangan serupa juga dikemukakan Associate Professor Dr. Ir. H. Abdul Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dari Fakultas Teknik Unismuh Makassar. Dalam presentasinya, ia menyoroti pentingnya integrasi antara inovasi teknologi, efisiensi energi, dan perencanaan infrastruktur yang tetap memperhatikan dimensi lingkungan serta sosial.
Rakhim menjelaskan bahwa tantangan pembangunan dewasa ini tidak hanya terkait dengan kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, tetapi juga bagaimana pembangunan itu dilaksanakan tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan. Karena itu, pendekatan rekayasa modern, menurut dia, harus menempatkan prinsip keberlanjutan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
Ia menambahkan, peran insinyur tidak lagi terbatas pada merancang sistem atau infrastruktur. Lebih dari itu, insinyur juga dituntut memastikan bahwa setiap proyek pembangunan memanfaatkan teknologi yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Hal itu mencakup pemilihan material berkelanjutan, desain sistem hemat energi, hingga pengelolaan sumber daya yang lebih bijak.
“Insinyur tidak hanya berperan sebagai perancang sistem dan infrastruktur, tetapi juga sebagai pihak yang memastikan pembangunan berjalan seimbang antara kebutuhan ekonomi, lingkungan, dan sosial,” jelas Abdul Rakhim.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi teknologi yang berkelanjutan. Melalui kerja sama itu, hasil riset di kampus dapat diterjemahkan ke dalam proyek pembangunan yang memberi dampak nyata.
“Setiap pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang sehingga teknologi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi Unismuh Makassar dan Thaksin University Perkuat Diskusi Teknik
Kuliah tamu internasional ini dimoderatori oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Dr. Ir. Ar. Hj. Irnawaty Idrus, ST., MT., IPM., IAI. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada para pembicara.
Suasana dialog yang hidup menunjukkan bahwa forum semacam ini bukan sekadar seremoni kerja sama, melainkan juga wahana pertukaran gagasan yang konkret. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi turut terlibat dalam percakapan akademik mengenai tantangan teknik dan masa depan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Unismuh Makassar dan Thaksin University berharap dapat terus memperkuat kolaborasi akademik internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua institusi juga berkomitmen melanjutkan program serupa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan teknik di tingkat global.
Di tengah kebutuhan akan inovasi yang semakin besar, kerja sama lintas negara seperti ini menjadi penting. Pertemuan akademik tidak hanya mempertemukan dosen dan mahasiswa dari dua kampus, tetapi juga memperluas horizon keilmuan, membuka peluang riset bersama, dan menegaskan bahwa ilmu teknik memiliki peran sentral dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.





















