
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Perhelatan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) ke VIII di Kampus Unismuh Makassar tidak hanya menjadi panggung prestasi siswa, tetapi juga pusat gravitasi ekonomi baru.
Sebanyak 100 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia memadati area pameran untuk memasarkan produk unggulan mereka, mulai Kamis – Sabtu, 12 – 14 Februari 2026.
Kehadiran para pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke ini bertujuan untuk memperkuat jejaring ekonomi antar wilayah.
Produk yang dipamerkan mencakup komoditas unggulan daerah, mulai dari fashion etnik, kuliner nusantara, hingga produk kreatif lainnya.
Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PW Muhammadiyah Sulsel Prof. Erwin Akib menyampaikan bahwa panitia menyiapkan beberapa tenant untuk para UMKM yang ini berjualan selama kegiatan olympicAD VIII berlangsung.
“Ada 100 yang mendaftar, mereka menjual beragam UMKM dari jenis komoditi khas daerahnya,” ungkap Prof Erwin Akib, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutunya bahwa panitia memproyeksikan perputaran uang yang signifikan selama kegiatan berlangsung, mengingat ribuan peserta dan penggembira dari seluruh provinsi turut memadati lokasi.
“Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di kota Makassar selaku tuan rumah,” tambahnya.
“Kami ingin OlympicAD VIII menjadi katalisator agar ekonomi tumbuh maju secara inklusif,” tuturnya.
Bagi para pelaku usaha ini, jarak ribuan kilometer menuju Makassar bukanlah hambatan, melainkan peluang emas untuk memperkenalkan identitas daerah kepada ribuan pasang mata.
“Saya menjual beragam mulai dari aksesoris, seoviner, topi, pernak-pernik olympicAD VIII, baju kaos dan lainnya dan harganya juga bervariasi mulai dari 10 ribuan hingga 200 ribu,” ungkap Eka Satria asal Bandung di Stand 14 Kampus Unismuh Makassar.
Ia menyebut bahwa disamping berjualan pihaknya ingin berkunjung silaturahim di kota Makassar. “Iya mas sekalian jalan-jalan ke kota Makassar,” singkatnya dengan senyum.
Terpisah, Stand Gerai Suara Muhammadiyah Heri, menyampaikan terimakasih kepada panitia olympicAD VIII telah memberikan ruang bagi UMKM.
“Sudah stay dari beberapa hari, menjual beberapa UMKM mulai Pin, stiker hingga kain sutera khas sulsel, harganya bervariatif,” ungkapnya.
Suasana hangat sangat terasa saat para pengunjung dari berbagai latar belakang suku saling bertukar cerita di depan stan-stan UMKM. Bukan sekadar transaksi jual-beli, namun terjadi pertukaran budaya yang kental.
Diketahui, berdasarkan data panitia menunjukkan total partisipan yang hadir sebanyak 8.525 orang, terdiri dari 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping.
Mereka berasal dari 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang turut ambil bagian.
OlympicAD VIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi dan penguatan jejaring pendidikan Muhammadiyah secara nasional bagi peserta.





















