Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

203 Guru Ramaikan Lomba Inovasi Pembelajaran OlympicAD VIII

×

203 Guru Ramaikan Lomba Inovasi Pembelajaran OlympicAD VIII

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Sebanyak 203 guru dari berbagai provinsi mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran Guru dalam rangka OlympicAD VIII yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh). Ajang ini menjadi wadah kompetisi dan apresiasi inovasi pembelajaran tingkat sekolah dasar yang melibatkan peserta dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi hingga Papua. Kegiatan berlangsung di gedung Pascasarjana lantai 2, Unismuh Makassar, pada Jum’at, 13 Februari 2026.

Penanggung jawab Lomba Inovasi Pembelajaran Guru, Dr. Irmawati Thahir, M.Pd., menyatakan bahwa partisipasi peserta tahun ini cukup tinggi dan merata dari seluruh Indonesia. Ia menegaskan, seluruh provinsi terwakili dalam ajang tersebut.

“Peserta berjumlah 203 orang, terdiri dari 203 guru dari seluruh Nusantara.” ujar Irmawati.

Penilaian
Irmawati menjelaskan, sistem penilaian dilakukan dalam dua tahap dengan bobot berbeda. Tahap pertama berbobot 40 % yang menilai naskah inovasi dan video implementasi pembelajaran.

“Indikatornya dua penilaian. Pertama penilaian awal dulu yang nilainya 40 %, yang kami nilai adalah naskah inovasinya, lalu videonya bagaimana naskah yang dalam bentuk tulisan ini apakah bisa diimplementasikan sehingga perlu divideokan,” jelas Irmawati.

Ia menambahkan, naskah inovasi di uji turnitin untuk mencegah plagiarisme. Setelah lolos seleksi administrasi dan substansi, peserta mempresentasikan inovasinya secara luring di hadapan dewan juri.

Irmawati menerangkan, dewan juri terdiri atas akademisi dan praktisi pendidikan. Para juri berasal dari berbagai program studi di Unismuh, termasuk Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta pengawas. Ia berharap mekanisme tersebut memastikan inovasi yang dinilai benar-benar aplikatif dan berdampak pada proses pembelajaran.

Ia juga menekankan bahwa lomba ini mendorong semangat berfastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan sesuai dengan nilai Muhammadiyah. inovasi yang lahir dari kompetisi ini diharapkan dapat mencerminkan semangat Islam berkemajuan dalam praktik pendidikan.

Salah satu peserta, Aiman Khairun Nazata Dini, S.Pd., guru dari SD Muhammadiyah 3 Denpasar, Bali, mengaku baru pertama kali mengikuti Olimpicad. Ia mengatakan keikutsertaannya tahun ini menjadi pengalaman perdana sejak resmi bergabung sebagai guru di lingkungan Muhammadiyah.

“Ini pertama kalinya saya ikut Olympicad, karena saya belum jadi guru di Muhammadiyah sebelumnya. Kesan sangat seru,” ujar Aiman.

Aiman berharap Olympicad terus digelar secara berkelanjutan karena mampu membangun semangat inovasi guru.

Lomba Inovasi Pembelajaran Guru dalam Olympicad VIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga forum berbagi praktik baik antarpendidik Muhammadiyah. Panitia dan peserta sama-sama berharap kegiatan ini terus berlanjut dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply