Scroll untuk baca artikel
Berita

519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulsel Dikukuhkan, Siap Mengisi Ruang Dakwah hingga Digital

×

519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulsel Dikukuhkan, Siap Mengisi Ruang Dakwah hingga Digital

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengukuhkan 519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan sebagai langkah memperkuat dakwah berbasis kader sekaligus menjawab kebutuhan muballigh di berbagai daerah.

Pengukuhan berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar, Sabtu, 25 April 2026. Prosesi dipimpin oleh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Waluyo.

Turut hadir menyaksikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Waluyo mengapresiasi kinerja Majelis Tabligh PWM Sulsel yang dinilai paling produktif dalam program pelatihan muballigh secara nasional.

“Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulawesi Selatan saat ini menempati peringkat pertama dalam program pelatihan muballigh se-Indonesia, terutama melalui Sekolah Tabligh yang aktif dan konsisten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah tengah mengembangkan program lanjutan berupa Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah. Peserta yang lulus akan memperoleh gelar Muballigh Muhammadiyah Pusat (MMP), dan ke depan dikembangkan hingga tingkat internasional dengan gelar Muballigh Muhammadiyah Internasional (MMI).

Sementara itu, Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, menegaskan bahwa keberadaan 519 da’i muda ini menjadi jawaban atas kebutuhan muballigh di tengah masyarakat.

“Tidak ada lagi alasan kekurangan muballigh. Kita sudah memiliki 519 da’i muda yang harus segera dijadwalkan untuk mengisi pengajian di cabang, ranting, masjid, dan amal usaha Muhammadiyah,” kata Ambo Asse.

Ia juga mengingatkan pimpinan daerah Muhammadiyah agar memanfaatkan potensi para alumni Sekolah Tabligh yang sebagian besar telah berpendidikan sarjana hingga magister.

Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel, Dr. Nurdin Mappa, menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab dakwah.

“Ini adalah bai’at untuk melanjutkan risalah Nabi. Setelah ini bukan lagi selesai belajar, tetapi mulai bertugas sebagai pelaku dakwah di tengah umat,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, medan dakwah saat ini tidak hanya berlangsung di masjid atau forum pengajian, tetapi juga merambah ruang digital seperti media sosial dan platform daring.

“Umat hari ini menghadapi banjir informasi, tetapi kekurangan teladan. Karena itu, da’i Muhammadiyah harus hadir, tidak hanya di mimbar, tetapi juga di ruang digital,” katanya.

Ketua Panitia Pengukuhan, Asnawin Aminuddin, menjelaskan bahwa 519 da’i muda tersebut merupakan lulusan Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel angkatan kedua dari total 770 peserta.

“Angkatan pertama pada 2025 meluluskan 27 orang, sementara angkatan kedua ini menghasilkan 519 da’i muda, dengan lebih dari 200 peserta tidak lulus,” jelasnya.

Dengan pengukuhan ini, Muhammadiyah Sulawesi Selatan diharapkan semakin memperkuat peran dakwah yang tidak hanya berbasis ceramah, tetapi juga aksi nyata dalam menjawab persoalan umat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply