Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Puisi Ketua PP Muhammadiyah Nyalakan Semangat Peserta OlympicAD VIII

×

Puisi Ketua PP Muhammadiyah Nyalakan Semangat Peserta OlympicAD VIII

Share this article
Prof.Dr. Irwan Akib M.Pd (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga, Prof Dr Irwan Akib, M.Pd., membacakan puisi di hadapan ribuan peserta Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII. Para pelajar itu ia sebut sebagai Dahlan Muda dan Walidah Muda dari seluruh Indonesia. Puisi tersebut menggema di Balai Sidang Muktamar Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis, 12 Februari 2026.

Berikut bunyi lirik puisi Irwan Akib:

Di tanah angin yang berhembus dari timur,
Pinisi berlayar menantang samudera luas.
Begitulah langkahmu, wahai generasi penerus,
Berani bermimpi, teguh menembus batas.

Siri’ kau jaga dalam kejujuran,
Pacce kau tanam dalam kepedulian.
Ilmu menjadi pelita perjalanan,
Akhlak menjadi mahkota kehidupan.

Di setiap detak langkah dan kerja kerasmu,
Tersimpan harapan bangsa yang besar.
Bukan sekadar gelar dan piala,
Tetapi martabat dan cahaya karakter.

Berprestasilah setinggi langit,
Namun tetap membumi dalam adab.
Jadilah tangguh dalam iman,
Unggul dalam pikiran,
Anggun dalam akhlak,
Sigap dalam pengabdian.

Wahai Dahlan muda, Walidah muda,
Masa depan menantimu.
Dengan ilmu engkau melangkah,
Dengan integritas engkau memimpin.

Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita,
Ia adalah amanah sejarah.
Dan di tanganmulah,
Cahaya itu akan terus menyala.

Puisi tersebut bukan sekadar pengantar seremoni. Ia menjadi penegasan arah: OlympicAD bukan hanya lomba akademik, melainkan ruang pembentukan karakter generasi Muhammadiyah menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini kita berkumpul dalam satu semangat: berprestasi dengan akhlak mulia, bekerja untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Irwan.

Menurutnya, Indonesia Emas tidak akan diisi generasi biasa-biasa saja. Bangsa ini memerlukan generasi yang kokoh imannya, unggul intelektualnya, anggun akhlaknya, dan sigap berkarya. Ia meyakini Dahlan Muda dan Walidah Muda yang memenuhi ruang sidang bersejarah itu adalah bagian dari generasi yang tengah dipersiapkan.

“OlympicAD bukan sekadar ajang meraih juara. Di sinilah kecerdasan diuji, kreativitas diasah, akhlak ditampilkan, dan persaudaraan dieratkan,” katanya.

Balai Sidang Muktamar, yang pernah menjadi saksi Muktamar Muhammadiyah ke-46, siang itu dipenuhi kontingen dari berbagai penjuru Nusantara. Dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua, mereka datang membawa semangat kompetisi sekaligus persaudaraan.

Irwan mengingatkan, setiap peserta telah berlatih keras untuk sampai di Makassar. Namun tujuan akhir bukan sekadar piala.

Baca juga: 100 UMKM Padati OlympicAD VIII Makassar, Ekonomi Tumbuh Maju

“Silakan menjadi juara. Tetapi kejujuran, integritas, dan sportivitas harus menjadi yang utama,” tegasnya.

Ia juga menyapa para kepala sekolah, pendamping, dan orang tua yang hadir mendukung. Bagi Irwan, OlympicAD adalah media silaturahmi nasional sekolah-sekolah Muhammadiyah, sekaligus pembuktian bahwa pendidikan Muhammadiyah terus bergerak melahirkan generasi unggul.

Dalam suasana penuh semangat, Irwan memimpin yel-yel yang menggugah energi peserta.
“Dahlan Muda!” serunya.
“Mantap keimanan!” jawab peserta serempak.
“Walidah Muda!”
“Unggul intelektual!”
“Dahlan Muda!”
“Anggun berakhlak!”
“Walidah Muda!”
“Sigap berkarya!”

Sorak-sorai dan tepuk tangan memenuhi ruangan, mempertegas bahwa OlympicAD VIII bukan sekadar agenda rutin, melainkan perayaan harapan.

OlympicAD VIII menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah membangun ekosistem prestasi sekaligus memperkuat nilai-nilai integritas dan akhlak mulia. Dari Kota Makassar—tanah angin yang berhembus dari timur—Dahlan Muda dan Walidah Muda kembali menyalakan cahaya, membawa janji masa depan yang lebih cerah bagi Muhammadiyah dan Indonesia.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply