Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah: OlympiCAD VIII Cetak Generasi Emas 2045

×

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah: OlympiCAD VIII Cetak Generasi Emas 2045

Share this article

Khittah. co, MAKASSAR — Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D. menegaskan Olympiade Ahmad Dahlan (OlympiCAD) VIII menjadi momentum mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan saat pembukaan OlympiCAD VIII di Balai Sidang Muktamar Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis, 12 Februari 2026.

“Dari OlympiCAD ini kita berharap lahir anak-anak terbaik Muhammadiyah yang kelak bisa mewakili Indonesia di ajang nasional maupun internasional,” ujar Didik di hadapan ribuan peserta dan pendamping.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Unismuh Makassar yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Menurut dia, keputusan menggelar OlympiCAD di Makassar melalui pertimbangan matang, meski sempat muncul keraguan karena lokasi di luar Pulau Jawa.

“Alhamdulillah hari ini terbukti, antusiasme luar biasa. Peserta OlympiCAD VIII di Makassar mencapai 8.525 orang, belum termasuk penggembira,” katanya.

Didik menjelaskan, selain OlympiCAD, Majelis Dikdasmen dan PNF juga mengembangkan OMBN (Olimpiade Muhammadiyah Bertaraf Nasional/Internasional) sebagai upaya mempersiapkan siswa mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia menyebut soal-soal OlympiCAD telah dikalibrasi sesuai standar internasional, termasuk merujuk pada IMSO (International Mathematics and Science Olympiad). Bahkan, Muhammadiyah direncanakan menjadi tuan rumah IMSO pada Oktober 2026 yang akan diikuti sekitar 25 negara.

“Kami berharap dari OlympiCAD ini muncul wakil-wakil terbaik Indonesia untuk IMSO 2026,” ujarnya.

Baca Juga: OlympiCAD Makassar 2026 dan EduCourse Dorong STEM serta Bahasa Arab

Sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan, Majelis Dikdasmen dan PNF juga mulai mengembangkan kelas NIPA (Matematika dan Sains) di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Program ini diikuti lebih dari 100 sekolah pada tahap awal dan diharapkan menjadi model kebangkitan pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, Majelis Dikdasmen juga telah menyusun buku ajar bilingual yang dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan komunikasi internasional. Buku tersebut telah dikurasi dan siap digunakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Didik juga menyampaikan dukungan terhadap program sekolah unggul dan sekolah terintegrasi yang tengah dikembangkan pemerintah. Ia mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif dalam program tersebut.

Kepada para peserta, Didik mengingatkan pentingnya sportivitas. “Dalam setiap lomba pasti ada yang menang dan ada yang belum berhasil. Yang belum berhasil tetap semangat, karena kesempatan selalu terbuka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan peluncuran aplikasi Kontenmu, platform digital pendukung pembelajaran Muhammadiyah. Peluncuran dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., didampingi tim pengembang.

OlympiCAD VIII mempertemukan pelajar Muhammadiyah dari berbagai provinsi di Indonesia dalam ajang kompetisi akademik dan penguatan karakter. Kegiatan ini diharapkan menjadi penggerak budaya prestasi sekaligus memperkuat daya saing pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional dan global.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply