Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

UMGO Ambil Peran Strategis dalam Penguatan Forum PTMA Regional Sulawesi

×

UMGO Ambil Peran Strategis dalam Penguatan Forum PTMA Regional Sulawesi

Share this article

KHITTAH.CO, Gowa — Rapat Kerja Forum Kemitraan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) Regional Sulawesi digelar di kampus Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa, Rabu, 11 Februari 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar PTMA se-Sulawesi, termasuk peran aktif Universitas Muhammadiyah Gorontalo dalam mendorong penguatan forum regional.

Rektor INASS, Dr. Nurhayati Azis, selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai pertemuan para rektor PTMA se-Sulawesi merupakan kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi kampusnya yang dipercaya sebagai panitia pelaksana.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting untuk membangun berbagai bentuk kemitraan, sekaligus memperkuat kebersamaan antar perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terus berkembang di kawasan Sulawesi.

“Hari ini kita memulai dan memperkuat kemitraan sebagai sesama PTMA untuk saling mendukung dan saling membesarkan. Dengan segala keterbatasan yang ada, mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum belajar bersama dan saling menguatkan demi kemajuan PTMA di Sulawesi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang didominasi generasi muda dengan semangat dan komitmen tinggi dalam menyukseskan kegiatan.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong selaku ketua forum, menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar PTMA di Sulawesi.

Ia menyampaikan bahwa forum kemitraan ini merupakan gagasan yang telah dirintis sejak Oktober tahun lalu, dengan berbagai pertemuan sebelumnya yang banyak dilakukan secara daring melalui berbagai unit seperti KUI, LPPM, dan LP3M.

“Forum ini menjadi spirit bagi kita semua. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Karena itu, PTMA di Sulawesi harus bersatu untuk bersama-sama memikirkan kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa dari 28 PTMA di Sulawesi, baru beberapa yang telah mencapai kategori unggul, seperti Universitas Muhammadiyah Makassar dan Institute Ahmad Dahlan Muhammadiyah Sinjai. Sementara sebagian besar lainnya masih berada pada kategori baik dan baik sekali, sehingga kolaborasi menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, jika kampus besar dijadikan satu-satunya pusat pengayom, maka beban yang ditanggung akan sangat berat. Karena itu, inisiatif membangun forum kemitraan menjadi langkah strategis untuk saling mendukung, berbagi kekuatan, dan mempercepat kemandirian perguruan tinggi.

Prof. Kadim juga menilai bahwa para pimpinan PTMA yang masih berkembang memiliki visi besar untuk menjadikan kampusnya mandiri, meskipun jumlah perguruan tinggi yang benar-benar mandiri di Sulawesi masih terbatas.

Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah konkret penguatan kerja sama, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta percepatan kemajuan PTMA di kawasan Sulawesi secara kolektif dan berkelanjutan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply