Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel Kirim 53 Santriwati dalam Program Muballigh Hijrah Ramadan

×

Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel Kirim 53 Santriwati dalam Program Muballigh Hijrah Ramadan

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan mengirim 53 santriwati kelas X dan XI SMA dan MA dalam program Muballigh Hijrah ke Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba Provinsi Sulsel.

Mereka bertugas selama 10 hari pada Ramadan 1447 Hijriah, terhitung 17 Februari hingga 1 Maret 2026 mendatang.

Ketua Panitia Kegiatan Muballigh Hijrah 1447H, Tauhid Sunu menjelaskan bahwa para santriwati sudah siap diturunkan ketengah masyarakat.

“Pondok telah melakukan pembekalan intensif sebelum pemberangkatan. Pembekalan tersebut meliputi materi retorika dakwah, manajemen kegiatan Ramadan, serta etika bermasyarakat dan materi lainnya,” ungkapnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Program tahunan ini bertujuan melatih kapasitas dakwah santriwati sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembinaan keagamaan masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan mulai awal Ramadan 1447 H di sejumlah masjid dan komunitas binaan di dua kabupaten tersebut.

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari, Observatorium Unismuh Tetap Fasilitasi Rukyatul Hilal Kemenag

Terpisah, Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (Sulsel), Dra. Masriwaty Malik, M.Th.I, mengatakan program ini menjadi bagian dari pembelajaran praktik dakwah lapangan bagi santriwati.

Para peserta diterjunkan langsung untuk mengisi ceramah, kultum, mengajar TPA, serta membina kegiatan keislaman masyarakat selama Ramadan.

“Program Muballigh Hijrah ini adalah agenda tahunan pondok yang dirancang untuk melatih mental, keberanian, dan kompetensi dakwah santriwati secara langsung di tengah masyarakat,” ujar Masriwaty Malik usai melepas kegiatan.

Ia menjelaskan, sebanyak 53 santriwati dipilih dari kelas X & XI SMA dan MA karena dinilai telah memiliki bekal keilmuan dan kesiapan mental.

Mereka dibagi ke beberapa kelompok dan ditempatkan di titik-titik dakwah yang telah ditentukan oleh panitia bersama PD Aisyiyah, pemerintah hingga masyarakat setempat.

Menurut Masriwaty, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ceramah, tetapi juga pembinaan berkelanjutan. “Mereka tidak sekadar menyampaikan tausiyah, tetapi juga mendampingi anak-anak mengaji, membina remaja masjid, dan berinteraksi langsung dengan warga,” katanya.

Ia menambahkan, pengalaman tinggal dan berbaur dengan masyarakat selama 10 hari menjadi proses pembentukan karakter yang tidak diperoleh di ruang kelas. Para santriwati dilatih untuk mandiri, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut dia, penempatan di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba dipilih berdasarkan kebutuhan dakwah dan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Kedua wilayah tersebut dinilai responsif terhadap program pembinaan keagamaan selama Ramadan tentu bekerjsama dengan PD Aisyiyah setempat.

“Harapan kami, kehadiran santriwati dapat memberi semangat baru bagi masyarakat dalam memakmurkan masjid selama Ramadan,” ucap Masriwaty.

Ia menegaskan, program ini juga menjadi sarana evaluasi kemampuan santriwati sebelum melanjutkan ke jenjang kelas akhir. Pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai target.

Baca juga: Selamat! Ponpes Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel Raih 16 Medali di OlympicAD VIII Makassar

Program Muballigh Hijrah merupakan salah satu ciri khas pembinaan di Ummul Mukminin yang mengintegrasikan teori dan praktik dakwah. Selain memperkuat kompetensi komunikasi keagamaan, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial kepada para santriwati.

Ke depan, pihak pondok berencana memperluas jangkauan wilayah dakwah dan meningkatkan kualitas pembekalan peserta.

Masriwaty berharap program tahunan ini terus melahirkan muballighat muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan persyarikatan.

Ada beberapa daerah yang dikirim diantaranya Kabupaten Bantaeng meliputi Ulu ere, Bonto bonto dan Bantaeng kota

Adapun Kabupaten Bulukumba meliputi Kajang luar, Ponre, Bontonyeleng dan Bontotiro.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply