Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Bentuk Mental Spiritual, 123 Karyawan RS PKU Unismuh Ikuti Baitul Arqam

×

Bentuk Mental Spiritual, 123 Karyawan RS PKU Unismuh Ikuti Baitul Arqam

Share this article

 Makassar – Sebanyak 123 karyawan Rumah Sakit (RS) Pembinaan Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti kegiatan Baitul Arqam yang digelar selama empat hari dan dibagi dalam dua gelombang. Kegiatan ini berlangsung di Pusdiklat Unismuh Makassar, Bollangi, Pattallassang, Gowa, pada Selasa–Jumat, 3–6 Maret 2026.

Peserta dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 3–4 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 5–6 Maret 2026. Pembagian ini dilakukan agar seluruh karyawan dapat mengikuti kegiatan pembinaan tersebut secara efektif.

Baitul Arqam dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse. Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rakhim Nanda, Dewan Pengawas RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar Dr HM Syairul Saleh, Direktur RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar Prof Syarifuddin Wahid, serta Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kerohanian RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar KH Muhammad Said Samad.

Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rakhim Nanda, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan ideologi bagi karyawan rumah sakit. “Baitul Arqam bagi karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Unismuh Makassar bisa berkali-kali diadakan dibagi dalam beberapa gelombang sehingga seluruh karyawan dapat mengikuti Baitul Arqam,” ujarnya.

Menurut Rakhim, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan karakter dan nilai keislaman dalam pelayanan kesehatan. Ia menilai pembinaan semacam ini perlu dilakukan secara berkala agar budaya kerja Islami tetap terjaga.

Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse, menekankan pentingnya pelayanan yang berlandaskan akhlak. “Pasien rumah sakit adalah tamu dan tamu harus dilayani dengan baik,” katanya dalam arahan pembukaan.

Ia juga mengutip Surah Ali Imran ayat 159, yang berbunyi, “… berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu….” Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan etis bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.

Secara tidak langsung, Ambo Asse menjelaskan bahwa sikap lemah lembut dan empati merupakan kunci membangun kepercayaan pasien. Ia menilai pelayanan kesehatan bukan hanya soal kompetensi medis, tetapi juga menyangkut pendekatan kemanusiaan.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar, Prof Syarifuddin Wahid, menyampaikan bahwa rumah sakit memiliki jargon “Ikhlas, Ramah, Unggul.” “Insya Allah karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Unismuh Makassar bekerja dengan ikhlas, ramah, dan juga punya keunggulan. Buktinya, pasien Rumah Sakit Muhammadiyah Unismuh Makassar terus menerus bertambah pasiennya,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, “Dan insya Allah setelah mengikuti Baitul Arqam ini, karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Unismuh Makassar lebih murah senyum dan semakin ramah, serta ikhlas dalam melayani pasien.” Ia secara tidak langsung menyatakan bahwa peningkatan jumlah pasien menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.

Master of Training Baitul Arqam, Saiful Kaharuddin SPdI MPd, menjelaskan materi yang diberikan selama kegiatan meliputi “Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah,” “Manhaj Tarjih dan Paham Agama dalam Muhammadiyah,” “Manajemen Organisasi dan Akhlak Bermuhammadiyah,” “Etos Kerja Kader Muhammadiyah,” “Profil Kader Muhammadiyah,” serta “Tantangan RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar di Era Disrupsi.” Ia menyebutkan materi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi sekaligus etos kerja peserta.

Menurut Saiful, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya organisasi. Ia menilai tantangan era disrupsi menuntut rumah sakit untuk tetap adaptif tanpa meninggalkan nilai dasar Muhammadiyah.

Saiful juga mengungkapkan bahwa pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan terjadinya gerhana bulan total. “Karena kebetulan terjadi gerhana bulan total pada Selasa, 03 Maret 2026, maka tim instruktur menyelenggarakan Shalat Gerhana dan diikuti seluruh peserta Baitul Arqam,” katanya.

Shalat gerhana dipimpin langsung oleh Saiful Kaharuddin sebagai imam, sementara khutbah gerhana dibawakan oleh Dr M Ilham Muchtar. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan spiritual peserta di tengah rangkaian materi pembinaan.

Melalui Baitul Arqam ini, manajemen RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar berharap seluruh karyawan semakin memahami nilai dasar Muhammadiyah dan menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari. Kegiatan pembinaan serupa direncanakan terus dilaksanakan agar budaya kerja “Ikhlas, Ramah, Unggul” semakin mengakar di lingkungan rumah sakit.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply