
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakerwil) di Ruang Teater I-Gift lantai 2 Gedung Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh pengurus LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, pimpinan daerah Muhammadiyah se-Sulsel, serta pengurus LPCR-PM dan tim IT dari berbagai kabupaten dan kota.
Ketua LPCR-PM PWM Sulsel, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, mengatakan Rakerwil ini bertujuan memperkuat koordinasi serta mengevaluasi pelaksanaan program pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah di daerah.
“Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan data dan laporan program yang lebih terintegrasi dari seluruh pimpinan daerah. Dengan demikian, program pengembangan cabang, ranting, dan masjid dapat berjalan lebih efektif,” ujar Prof Andis, sapaan akrab Ketua LPCR-PM PWM Sulsel.
Program Penguatan Cabang dan Ranting
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sukri juga menjelaskan bahwa LPCR-PM Sulsel terus menjalankan berbagai program penguatan organisasi, salah satunya melalui pengiriman mubalig Ramadan ke setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat dakwah di masjid-masjid Muhammadiyah, tetapi juga mendorong penguatan cabang dan ranting sebagai basis gerakan organisasi.
“Pada Ramadan tahun ini kami menempatkan mubalig di setiap PDM. Selain berdakwah di masjid-masjid Muhammadiyah, mereka juga membantu menggerakkan cabang dan ranting serta memperkuat basis data organisasi,” katanya.
Apresiasi Unismuh sebagai Tuan Rumah
Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, yang juga Sekretaris PWM Sulsel, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unismuh Makassar sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Menurutnya, rapat koordinasi merupakan kebutuhan penting dalam organisasi untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan program berjalan secara terarah.
“Cabang dan ranting merupakan ujung tombak persyarikatan. Jika cabang dan ranting hidup serta aktif, maka Muhammadiyah akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Cabang dan Ranting sebagai Fondasi Gerakan
Sementara itu, Wakil Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Apt. Muhammad Da’i, menekankan pentingnya dinamika organisasi di tingkat cabang dan ranting. Ia mengibaratkan Muhammadiyah seperti pohon yang kuat, yang akarnya kokoh dan cabangnya menjulang serta menghasilkan buah yang bermanfaat.
“Cabang, ranting, dan masjid adalah fondasi gerakan Muhammadiyah. Jika ketiganya hidup dan dinamis, maka dakwah Muhammadiyah akan terus berkembang dan memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.
PWM Sulsel: Cabang dan Ranting Basis Kekuatan Muhammadiyah
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Sulsel yang membidangi LPCR-PM, Dr Mawardi Pewangi, menekankan pentingnya menghidupkan cabang, ranting, dan masjid sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah.
Ia menyebutkan bahwa kekuatan Muhammadiyah sebenarnya berada di tingkat akar rumput, yakni di cabang, ranting, serta jamaah di masjid-masjid.
“Cabang, ranting, dan masjid harus terus digerakkan dan disemarakkan. Di situlah basis umat dan basis anggota Muhammadiyah berada,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan berbagai amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga sosial tidak dapat dilepaskan dari kuatnya cabang dan ranting di daerah.
“Sekolah kita, perguruan tinggi kita, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah akan berkembang jika cabang, ranting, dan masjid dikelola dengan baik,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan dakwah Muhammadiyah saat ini semakin besar sehingga diperlukan kerja bersama untuk terus menguatkan organisasi hingga ke tingkat cabang dan ranting.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus menghidupkan cabang, ranting, dan masjid agar dakwah Muhammadiyah semakin kuat di tengah masyarakat,” ujar Mawardi.
Melalui Rakerwil ini, Muhammadiyah Sulsel diharapkan semakin solid dalam mengembangkan gerakan dakwah berbasis masjid serta memperkuat peran cabang dan ranting sebagai basis utama penggerak persyarikatan di tengah masyarakat.





















