KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minasa Upa Kota Makassar menggelar pengajian Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menghadirkan penceramah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, KH. Mawardi Pewangi.
Pengajian berlangsung di Masjid Darul Amin Minasa Upa PCM Minasa Upa Makassar, Ahad, 8 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda dakwah Ramadan PCM Minasa Upa untuk memperkuat pemahaman keislaman serta mempererat silaturahmi antarwarga persyarikatan.
Ketua PCM Minasa Upa, Dr. Anwar Abdurrahman, dalam sambutannya menyampaikan perkembangan Muhammadiyah di tingkat cabang. Ia menjelaskan bahwa saat ini PCM Minasa Upa telah memiliki tiga ranting aktif dan berencana menambah beberapa ranting baru.
“Cabang Muhammadiyah Minasa Upa saat ini memiliki tiga ranting, yakni Minasa Karya, Minasa Sari, dan Jipang Raya. Ke depan, kami juga merencanakan pembentukan ranting Minasa Upa Tengah, Utara, dan Selatan,” ujar Anwar Abdurrahman.
Ia juga mengungkapkan bahwa PCM Minasa Upa tengah membangun Rumah Tahfidz di atas lahan wakaf seluas sekitar 600 meter persegi. Pembangunan fasilitas pendidikan Al-Qur’an tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,4 miliar.
Menurut Anwar, pembangunan Rumah Tahfidz tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Selain itu, cabang Muhammadiyah Minasa Upa juga rutin menyelenggarakan pengajian subuh dan program sosial bagi kaum dhuafa.
Ia menjelaskan bahwa setiap bulan pihaknya mengundang kaum dhuafa untuk menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial Muhammadiyah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dakwah sosial yang dijalankan secara berkelanjutan.
Anwar juga menyebutkan bahwa berbagai organisasi otonom Muhammadiyah telah aktif di wilayah Minasa Upa. Organisasi tersebut antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), ‘Aisyiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), yang masing-masing menjalankan berbagai program pembinaan kader.
Sementara itu, dalam ceramahnya Dr. KH. Mawardi Pewangi menekankan pentingnya istiqamah dalam menjalani kehidupan beragama. Ia menyampaikan bahwa seorang muslim harus menjaga keimanan dan konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam.
“Ada sahabat yang bertanya kepada Nabi, ajarkan aku satu ajaran yang tidak perlu lagi aku tanyakan kepada orang lain. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah,’” ujar Mawardi mengutip hadis Nabi.
Wakil Rektor 3 Unismuh Makassar ini menjelaskan bahwa istiqamah dalam iman menjadi dasar bagi seluruh amal perbuatan seorang muslim. Keimanan, menurutnya, harus terus dijaga melalui berbagai amalan seperti dzikir, ibadah, tafakkur, istighfar, serta memohon pertolongan kepada Allah.
Mawardi juga menegaskan pentingnya menjaga istiqamah dalam ibadah agar kehidupan seorang muslim selalu dekat dengan Allah dan terhindar dari perbuatan keji dan kemungkaran. Ia mendorong jamaah untuk membiasakan amalan sederhana seperti memulai aktivitas dengan basmalah serta memperbanyak ibadah sunnah.
Selain itu, ia menekankan bahwa akhlak merupakan identitas utama seorang muslim. Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, rasa malu, serta kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak yang baik.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Mawardi menilai ilmu yang tidak diamalkan tidak akan memberikan manfaat, bahkan dapat menjadi pertanggungjawaban bagi pemiliknya di hadapan Allah.
“Jangan hanya belajar lalu menyimpan ilmu. Ilmu harus diamalkan karena kelak akan menjadi amal jariah yang terus mengalir,” katanya.
Di akhir ceramahnya, Mawardi mengajak jamaah untuk terus menebar kebaikan kepada sesama manusia. Ia menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.
Melalui kegiatan pengajian dan buka puasa bersama ini, PCM Minasa Upa berharap semangat dakwah dan kebersamaan warga Muhammadiyah semakin kuat.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana memperkuat komitmen jamaah dalam menjalankan ajaran Islam secara istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.





















