KHITTAH.CO, PALOPO — Populi Institute bekerja sama dengan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah Kota Palopo menggelar Kelas Civil Society di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Ahad hingga Senin, 26–27 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Warkop Kopingo ini diikuti 11 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palopo. Para peserta sebelumnya telah melakukan registrasi untuk mengikuti program tersebut.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh dua materi utama, yakni metodologi survei dan pengantar jurnalistik. Materi metodologi survei dibawakan Direktur D’major Indonesia dan Poros Survei Indonesia, Zulfhari Rahman. Sementara materi pengantar jurnalistik disampaikan Koordinator JIMM Kota Palopo, Zulkifli Safri.
Koordinator JIMM Kota Palopo, Zulkifli Safri, mengatakan kelas tersebut dirancang sebagai ruang belajar bagi anak muda untuk memperkuat daya kritis dalam membaca fenomena sosial.
“Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memahami persoalan sosial secara lebih kritis,” ujar Zulkifli, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, pemateri metodologi survei, Zulfhari Rahman, menilai kemampuan membaca data dan memahami opini publik menjadi hal penting di tengah derasnya arus informasi digital.
“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan metodologis agar tidak mudah terjebak pada informasi yang tidak terverifikasi. Survei dapat menjadi salah satu instrumen untuk membaca realitas sosial secara lebih objektif,” katanya.
Penyelenggara menyebut, program Kelas Civil Society akan terus berlanjut dengan menghadirkan tema-tema lain, seperti sosial, hukum, dan ekonomi. Program lanjutan itu diharapkan menjadi ruang diskusi dan pengembangan wawasan bagi generasi muda di Palopo.




















