Scroll untuk baca artikel
Berita

UMS Rappang Gelar Kuliah Pakar, Tekankan Kesantunan Berbahasa sebagai Kunci Politik

×

UMS Rappang Gelar Kuliah Pakar, Tekankan Kesantunan Berbahasa sebagai Kunci Politik

Share this article

KHITTAH.CO, Sidrap — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menegaskan pentingnya kesantunan berbahasa sebagai strategi membangun komunikasi politik yang efektif dan beretika melalui Kuliah Pakar bertajuk “Kesantunan Berbahasa: Kunci Sukses dalam Arena Politik Indonesia”, di lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa, 5 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan akademisi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus perwakilan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMM), Dwi Santoso, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Dwi Santoso menjelaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen strategis dalam kontestasi politik. Ia memperkenalkan konsep lokal “dipangku mati”, yakni pendekatan komunikasi yang mengedepankan kesantunan untuk melunakkan lawan bicara tanpa konfrontasi agresif.

“Kesantunan berbahasa adalah kunci. Dengan bahasa yang tertata, konflik dapat diredam dan pesan politik lebih mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Wakil Rektor I UMS Rappang, Rais Rahmat Razak, menilai konsep tersebut sejalan dengan nilai budaya Bugis seperti Sipakatau (saling memanusiakan) dan Sipakalebbi (saling menghargai). Menurutnya, etika komunikasi harus menjadi fondasi dalam kehidupan politik maupun pendidikan.

“Di tengah dinamika politik yang semakin tajam pada 2026, mahasiswa harus memahami bahwa etika dan adab tetap menjadi panglima. Kita ingin melahirkan politisi dan pendidik yang cerdas, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai Sipakatau,” kata Rais.

Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, Andi Fiptar Abdi Alam, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengapresiasi tema kuliah pakar. Ia menilai edukasi tentang adab komunikasi menjadi kebutuhan penting di era digital ketika ruang publik kerap dipenuhi ujaran yang tidak santun.

Selain kuliah pakar, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan sosialisasi program beasiswa doktoral (Ph.D) di Universitas Muhammadiyah Malaysia.

Dekan FISIP UMS Rappang, Erfina, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

“Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi dosen untuk melanjutkan studi S3 di Malaysia. Ini merupakan komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas akademik demi kemajuan persyarikatan dan bangsa,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor I hingga IV, para dekan, serta dosen lintas program studi maupun mahasiswa.

Melalui kolaborasi internasional itu, UMS Rappang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang aktif membangun jejaring akademik global di Sulawesi Selatan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply