Scroll untuk baca artikel
Berita

Guru Besar FKIP Unismuh Dorong Penguatan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan HACC

×

Guru Besar FKIP Unismuh Dorong Penguatan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan HACC

Share this article

KHITTAH.CO, GORONTALO — Pelatihan peningkatan kompetensi guru kejuruan berbasis dunia kerja bertema English for Food Safety and HACCP digelar di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan, Gorontalo, pada 4–7 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof Dr Eny Syatriana, MPd, dari Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai narasumber eksternal.

“Pelatihan ini bukan hanya soal memahami istilah keamanan pangan dalam bahasa Inggris, tetapi bagaimana guru SMK mampu membawa standar kerja industri ke dalam ruang kelas dan praktik pembelajaran,” ujar Prof Eny, saat dikonfirmasi Senin, 4 Mei 2026.

Menurut dia, pemahaman HACCP penting bagi guru vokasi, terutama pada bidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan. Dengan memahami food safety, GMP, SSOP, dan HACCP, guru dapat membimbing peserta didik menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan sesuai standar industri.

“Guru SMK perlu memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga harus mampu menjelaskan, mendokumentasikan, dan mengomunikasikan standar itu dalam bahasa Inggris. Ini penting agar lulusan vokasi memiliki daya saing yang lebih luas,” katanya.

Pelatihan tersebut merupakan kerja sama BPPMPV KPTK dan Universitas Muhammadiyah Makassar. Sebanyak 40 guru SMK bidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan dari Provinsi Gorontalo mengikuti kegiatan ini. Peserta dibagi ke dalam dua kelas.

Tim BPPMPV KPTK turut memfasilitasi kegiatan ini, antara lain Dr S Gardenia Widyaswari dan Risna Amriani, SP, MPd, yang bertugas pada 4–13 Mei 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara blended, mencakup pembelajaran daring, luring, serta dilanjutkan dengan uji kompetensi atau sertifikasi. Materi pelatihan meliputi keamanan pangan, Good Manufacturing Practices atau GMP, Sanitation Standard Operating Procedures atau SSOP, serta sistem Hazard Analysis and Critical Control Points atau HACCP.

Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis proyek, teaching factory, kewirausahaan, pembelajaran digital, dan budaya kerja industri.
Prof Eny menambahkan, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kelas, tetapi berlanjut dalam praktik pembelajaran di sekolah.

“Setelah kembali ke sekolah, guru-guru diharapkan melakukan diseminasi, membuat bukti karya, dan mengimplementasikan HACCP dalam pembelajaran berbasis praktik. Dengan begitu, pelatihan ini benar-benar memberi dampak bagi peserta didik,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, yakni mendorong pendidikan yang lebih bermutu, relevan, dan berdampak langsung bagi peserta didik serta dunia kerja. Pelatihan HACCP ini menjadi bentuk nyata peningkatan kompetensi guru, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Hasil akhir pelatihan diarahkan pada penyusunan HACCP Manual dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, guru SMK diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas kapasitas profesional, dan membawa standar kerja industri ke ruang-ruang pembelajaran vokasi.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply