KHITTAH.CO, Bulukumba — Pemuda Muhammadiyah Bulukumba terus memperkuat gerakan dakwah kader melalui Korps Da’i Muda Penggerak Desa (KAMPAS). Penguatan tersebut dibahas dalam rapat konsolidasi yang digelar di Warkop Yoms, Jalan AP Pettarani, Bulukumba, Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama Pemuda Muhammadiyah Bulukumba dalam menghadirkan dakwah yang adaptif, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda di tingkat akar rumput.
Dalam rapat tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bulukumba, Amran, menunjuk Abd. Halim sebagai penanggung jawab KAMPAS. Halim dikenal sebagai da’i sekaligus imam. Sementara itu, Zulfadli yang berprofesi sebagai dosen dipercaya sebagai sekretaris, dan Jabal Arafah yang merupakan tenaga pendidik ditetapkan sebagai bendahara.
Amran menegaskan pentingnya memperkuat kelembagaan dan melengkapi kebutuhan organisasi agar gerakan dakwah KAMPAS berjalan lebih tertata dan terarah.
Ia juga merefleksikan perjalanan awal gerakan tersebut yang mulai berjalan sekitar sebulan setelah pelantikan kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Bulukumba pada Februari 2025.
Menurutnya, pada tahap awal KAMPAS belum memiliki struktur formal. Gerakan dakwah saat itu dijalankan secara sederhana melalui admin yang berfungsi sebagai penghubung antarrelawan dalam melayani kebutuhan dakwah di masyarakat.
“Seiring waktu, gerakan ini berkembang melalui koordinasi dan kolaborasi bersama. Hingga saat ini sudah ada 32 relawan da’i yang tergabung dan siap memenuhi kebutuhan dakwah, baik di lingkungan internal Muhammadiyah maupun masyarakat umum,” ujar Amran.
Ia menilai memasuki tahun kedua kepengurusan menjadi momentum penting untuk menghadirkan inovasi dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Amran, pembentukan Da’i Muda Penggerak Desa merupakan bagian dari implementasi arah gerakan Pemuda Muhammadiyah Pusat melalui Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama.
“Setiap bidang dalam organisasi harus mampu melihat kebutuhan dan peluang di tengah masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Karena itu, keberadaan Da’i Muda Penggerak Desa atau KAMPAS menjadi langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan daerah saat ini,” katanya.
Ia menjelaskan, karakter dakwah yang diusung KAMPAS adalah dakwah yang mencerahkan, inklusif, dan mampu membangun harmoni sosial melalui kolaborasi lintas sektor.
“Da’i Muda Penggerak Desa hadir sebagai ruang besar bagi kader muda untuk bergerak di medan dakwah, dalam bentuk dan pendekatan apa pun, selama tetap berada dalam koridor dakwah,” lanjutnya.
Amran juga mengutip pernyataan Ketua Pemuda Muhammadiyah Pusat, Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang disampaikan pada 26 Februari 2025.
“Kami ingin memperbanyak tumbuhnya da’i-da’i muda yang memiliki kecakapan dalam dakwah digital, khususnya di media sosial. Mereka harus mampu memberi dampak bagi generasi muda di dunia maya,” kutipnya.
Selain itu, Dzulfikar juga menyebut Da’i Muda Penggerak Desa sebagai “inisiatif strategis untuk mencetak kader dakwah yang progresif, berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui integrasi nilai-nilai Islam dan sosial.”
Amran menegaskan, secara struktural organisasi memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh potensi kader. Karena itu, kehadiran KAMPAS diharapkan menjadi ruang keterlibatan yang lebih luas bagi anak muda untuk bertumbuh dan berkontribusi dalam gerakan dakwah.
“Ini bukan sekadar gerakan dakwah, tetapi juga menjadi pintu masuk pengkaderan untuk melahirkan kader-kader baru yang memiliki semangat, kapasitas, dan kepedulian terhadap dakwah di tengah masyarakat,” tuturnya.
Di akhir pertemuan, Amran berharap KAMPAS dapat menjadi energi baru dalam memperkuat dakwah kepemudaan Muhammadiyah hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
Sebagai informasi, Pemuda Muhammadiyah Bulukumba bersama organisasi otonom Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) sebelumnya juga telah menggelar Training Dai dan Daiyah pada 11–12 Februari 2026 sebagai bagian dari penguatan kader dakwah muda.




















