Scroll untuk baca artikel
Berita

Lewat Budaya Peduli Lingkungan, Mahasiswa PPG UMS Rappang Lihat Harapan Pendidikan Indonesia

×

Lewat Budaya Peduli Lingkungan, Mahasiswa PPG UMS Rappang Lihat Harapan Pendidikan Indonesia

Share this article

KHITTAH.CO, Rappang — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang mengangkat praktik pendidikan karakter berbasis budaya peduli lingkungan di SMP Muhammadiyah Rappang dalam ajang lomba penulisan yang diselenggarakan Kemendikdasmen. Melalui tulisan berjudul “Dari Tempat Sampah Saya Melihat Harapan Pendidikan Indonesia”, mahasiswa bernama Mutiara menyoroti bagaimana kebiasaan sederhana memilah sampah mampu menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial kepada peserta didik.

Tulisan tersebut lahir dari pengalaman Mutiara selama menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Muhammadiyah Rappang. Selama berada di sekolah itu, ia melihat budaya menjaga kebersihan bukan sekadar aturan sekolah, melainkan telah menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya datang ke sekolah ini dengan pikiran bahwa keberhasilan sekolah biasanya dilihat dari prestasi akademik atau fasilitasnya. Namun di SMP Muhammadiyah Rappang, saya justru belajar bahwa pendidikan sejati bisa lahir dari kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dengan penuh kesadaran. Dari hal kecil itu, saya melihat adanya tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian yang tumbuh dalam diri peserta didik,” ujar Mutiara, Rabu, 13 Mei 2026.

Baca juga: Wajah Baru Kolonialisme, Itu Kenyataannya

Menurut dia, alasan memilih tema tersebut karena pendidikan karakter sering kali hadir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

“Sebenarnya ada banyak hal lain yang bisa saya angkat. Namun saya memilih cerita ini karena saya merasa pendidikan karakter adalah fondasi utama pendidikan Indonesia. Apa yang saya lihat di sekolah ini mungkin terlihat sederhana, hanya tentang sampah. Tetapi di balik itu, ada nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran yang sedang ditanamkan kepada peserta didik sejak dini,” katanya.

Ia mengaku tersentuh ketika melihat sejumlah siswa rela berjalan lebih jauh demi membuang sampah sesuai jenisnya meski tanpa pengawasan guru.

“Momen kecil itu membuat saya sadar bahwa pendidikan karakter tidak selalu diajarkan lewat teori panjang di kelas. Kadang pendidikan terbaik lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus setiap hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Rappang, Ridwan, S.Pd., mengatakan budaya peduli lingkungan memang menjadi salah satu program penting sekolah dalam membangun karakter peserta didik.

“Kami percaya sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter. Melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah, peserta didik belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, dan disiplin. Nilai-nilai kecil seperti inilah yang kami harapkan dapat menjadi bekal mereka di masa depan,” ujar Ridwan.

Ia berharap budaya positif tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

Melalui pengalaman selama PPL itu, mahasiswa PPG UMS Rappang menilai harapan bagi masa depan pendidikan Indonesia masih terbuka luas. Perubahan besar, menurut mereka, dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply