
KHITTAH.CO, JOHOR, MALAYSIA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Visiting Lecture International yang digelar di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Batu Pahat, Johor, Malaysia, Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti 154 dosen dan mahasiswa dari UTHM serta FEB Unismuh itu menghadirkan dosen FEB Unismuh, Dr Edi Jusriadi, S.E., M.M., sebagai Keynote Speaker.
Dalam kuliah tamu tersebut, Dr Edi membawakan materi bertajuk The Implementation Electronic Human Resource Management (E-HRM) in MSME Management. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi akademik sekaligus memperluas kolaborasi keilmuan antara Unismuh dan UTHM dalam bidang manajemen sumber daya manusia serta transformasi digital.
Dr Edi menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah secara mendasar praktik pengelolaan sumber daya manusia di berbagai sektor usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perusahaan rintisan. Menurutnya, integrasi Human Resource Management Practices (HRM-P) dengan Electronic Human Resource Management (E-HRM) menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing organisasi di era ekonomi digital.
“E-HRM bukan sekadar digitalisasi administrasi, tetapi merupakan pendekatan strategis yang mampu meningkatkan efektivitas rekrutmen, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, manajemen kinerja, hingga pemberdayaan karyawan melalui pemanfaatan teknologi digital,” kata Dr Edi Jusriadi.
Ia menjelaskan, Revolusi Industri 4.0 telah mendorong perubahan besar dalam model bisnis modern. Proses rekrutmen tenaga kerja, pengembangan kompetensi, pelatihan, evaluasi kinerja, hingga pengembangan talenta kini semakin memanfaatkan teknologi digital dan analisis berbasis data agar lebih cepat, fleksibel, dan efisien.
Menurut Dr Edi, penerapan E-HRM juga memberikan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan pasar digital. Ia menilai platform digital tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana pemasaran, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem yang mendukung pengelolaan sumber daya manusia dan kolaborasi bisnis.
“Berbagai platform digital seperti Shopee, Marketplace, Lazada, TikTok, dan Instagram tidak lagi hanya berfungsi sebagai media pemasaran, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang mendukung proses pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi usaha, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Dr Edi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah startup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan inovasi produk. Menurutnya, daya saing perusahaan juga bergantung pada kemampuan organisasi mengelola sumber daya manusia secara adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.
“Keberhasilan startup di era digital tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mengelola sumber daya manusia secara adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya partisipasi peserta dari kedua perguruan tinggi. Para dosen dan mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan implementasi E-HRM pada UMKM di kawasan ASEAN, strategi pengembangan talenta digital, hingga peluang kolaborasi riset internasional di bidang manajemen sumber daya manusia dan transformasi digital.
Dalam sesi diskusi tersebut, Dr Edi menjelaskan bahwa penerapan teknologi dalam pengelolaan sumber daya manusia perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kesiapan masing-masing organisasi. Ia juga menilai kolaborasi lintas negara menjadi salah satu cara mempercepat transfer pengetahuan dan pengembangan inovasi di bidang manajemen.
Secara terpisah, penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan Visiting Lecture International merupakan bagian dari komitmen FEB Unismuh dalam mengimplementasikan Rencana Induk Pengembangan (RIP) universitas yang mengusung visi Towards Reputable International. Program tersebut diarahkan untuk memperluas kerja sama akademik, meningkatkan rekognisi internasional dosen, serta memperkuat budaya riset kolaboratif bersama perguruan tinggi mitra di kawasan ASEAN.
Melalui kegiatan ini, FEB Unismuh terus mendorong dosen memperluas pengalaman internasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi akademik yang terbangun bersama UTHM diharapkan menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, inovasi pembelajaran, serta model pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transformasi digital dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat global.




















