Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Riset Pimnas Berbuah Publikasi Sinta 2, Putri Awaliah Raih Gelar Sarjana Farmasi Unismuh

×

Riset Pimnas Berbuah Publikasi Sinta 2, Putri Awaliah Raih Gelar Sarjana Farmasi Unismuh

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Prestasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau Pimnas mengantarkan Putri Awaliah Aldina menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Riset yang sebelumnya dibawa Putri dan tim ke Pimnas kemudian dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 2. Publikasi tersebut merupakan luaran dari riset Pimnas sekaligus bagian dari penyempurnaan akademik atas rekognisi prestasi mahasiswa menjadi tugas akhir atau skripsi.

Putri menjalani ujian diseminasi pada Jumat, 24 Juli 2026, di Ruang Kuliah Lantai 2 Balai Sidang Kampus Unismuh Makassar.

Dalam ujian tersebut, ia mempresentasikan penelitian berjudul “Cytotoxic Interaction Between Cisplatin and Eclipta alba Extract in HeLa Cervical Cancer Cells” atau “Interaksi Sitotoksik antara Cisplatin dan Ekstrak Eclipta alba pada Sel Kanker Serviks HeLa”.

Putri dibimbing oleh apt. Fityatun Usman, S.Si., M.Si., dan Zulkifli, S.Farm., M.Kes. Sementara itu, tim penguji terdiri atas apt. Nurfadillah, S.Farm., M.Si., serta apt. Wira Yustika Rukman, S.Farm., M.Kes.

Ujian diseminasi tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I FKIK Unismuh Makassar, Dr dr Andi Weri Sompa.

Rekognisi Prestasi sebagai Tugas Akhir

Rekognisi prestasi Putri ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan FKIK Unismuh Makassar Nomor 104/Tahun 1447 H/2025 M tentang Penetapan Rekognisi Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Surat keputusan yang ditetapkan pada 22 Desember 2025 itu mengacu pada Surat Keputusan Rektor Unismuh Nomor 337 Tahun 1445 H/2023 M tentang Panduan Ekuivalensi Prestasi dengan Nilai Akademik Mahasiswa.

Dalam keputusan tersebut, prestasi mahasiswa ditetapkan sebagai ekuivalensi mata kuliah Tugas Akhir atau skripsi dengan nilai A. Nama Putri Awaliah Aldina tercantum dalam lampiran bersama tiga anggota tim lainnya, yakni Muhammad Ilham Hamzah, Nur Afiq Zaky Ananda, dan Surawalia Said.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Panduan Ekuivalensi Prestasi dengan Nilai Akademik Mahasiswa Unismuh. Panduan itu menegaskan bahwa ekuivalensi merupakan bentuk apresiasi universitas kepada mahasiswa yang mengembangkan potensi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Prestasi tersebut dapat diakui sebagai pengganti kegiatan kurikuler yang relevan dan telah memenuhi target pembelajaran.

Program Kreativitas Mahasiswa dan Pimnas juga secara khusus dimasukkan sebagai kegiatan tingkat nasional yang dapat memperoleh rekognisi akademik. Untuk kategori PKM-Pimnas, bentuk pengakuannya dapat berupa ekuivalensi tugas akhir atau skripsi, mata kuliah Metode Penelitian, maupun mata kuliah relevan lainnya, sesuai kategori dan capaian mahasiswa.

Panduan tersebut juga menyebut Program Kreativitas Mahasiswa dan Pimnas sebagai salah satu kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan kementerian atau lembaga dan dapat memperoleh pengakuan akademik.

Luaran Pimnas Terbit di Jurnal Sinta 2

Putri menyampaikan rasa syukur karena riset yang dimulai melalui PKM, dipresentasikan pada Pimnas, dan kemudian dikembangkan menjadi artikel ilmiah dapat mengantarkannya menyelesaikan studi.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena penelitian yang kami mulai melalui PKM dan dibawa ke Pimnas dapat dikembangkan menjadi artikel pada jurnal Sinta 2. Proses ini bukan hanya membantu saya menyelesaikan studi, tetapi juga memberi pengalaman berharga dalam penelitian, publikasi, dan diseminasi ilmiah,” ujar Putri.

Ia menuturkan, publikasi tersebut merupakan kelanjutan dari proses panjang yang dijalani bersama tim, mulai dari penyusunan proposal PKM, pelaksanaan penelitian di laboratorium, presentasi pada Pimnas, pengolahan data, hingga penulisan dan perbaikan artikel berdasarkan masukan penelaah jurnal.

“Saya berterima kasih kepada dosen pembimbing, seluruh anggota tim, Program Studi Farmasi, serta Unismuh Makassar yang memberikan kesempatan dan rekognisi terhadap prestasi mahasiswa. Saya berharap mahasiswa lain juga terus mengembangkan hasil PKM dan Pimnas menjadi karya ilmiah yang bermanfaat,” tambahnya.

Artikel hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal Jamu Indonesia Volume 11 Nomor 3 Tahun 2026, halaman 202–210, dengan DOI 10.29244/jji.v11i3.449. Putri tercatat sebagai penulis pertama.

Artikel itu ditulis bersama Surawalia Said, Muhammad Ilham Hamzah, Nur Afiq Zaky Ananda, Fityatun Usman, Zulkifli, Widya Hardiyanti, Nurfadillah, Andi Ulfah Magefirah, dan Lukman. Fityatun Usman bertindak sebagai penulis korespondensi.

Jurnal Jamu Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University dan berstatus terakreditasi Sinta 2.

Pembimbing Apresiasi Keberlanjutan Riset Pimnas

Pembimbing Putri, apt. Fityatun Usman, mengapresiasi ketekunan mahasiswa dan seluruh anggota tim dalam mengembangkan riset Pimnas hingga menghasilkan publikasi ilmiah.

“Putri dan tim menunjukkan bahwa PKM dan Pimnas tidak hanya berhenti pada kompetisi. Penelitian tersebut terus dikembangkan, diperkuat, dan akhirnya diterbitkan pada jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 2 sebagai salah satu luaran Pimnas,” kata Fityatun.

Menurutnya, rekognisi prestasi memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengakuan akademik atas proses ilmiah yang telah dijalani secara serius dan terukur.

“Kami mengapresiasi kebijakan Unismuh yang memberikan rekognisi kepada mahasiswa berprestasi. Proses PKM hingga Pimnas mencakup penyusunan proposal, penelitian, analisis data, presentasi, serta pertanggungjawaban ilmiah. Publikasi pada jurnal Sinta 2 semakin memperkuat kualitas hasil riset tersebut,” jelasnya.

Fityatun berharap capaian itu menjadi contoh bagi mahasiswa lain bahwa prestasi Pimnas dapat dikembangkan menjadi riset berkelanjutan, publikasi ilmiah, dan penyelesaian tugas akhir.

Teliti Cisplatin dan Tanaman Urang-Aring

Penelitian Putri dan tim mengkaji interaksi sitotoksik antara cisplatin dan ekstrak Eclipta alba terhadap sel kanker serviks HeLa. Eclipta alba dikenal di Indonesia sebagai tanaman urang-aring.

Cisplatin merupakan salah satu obat kemoterapi yang digunakan dalam penanganan sejumlah kanker, termasuk kanker serviks. Namun, penggunaannya masih menghadapi keterbatasan berupa resistensi obat dan toksisitas yang bergantung pada dosis.

Penelitian tersebut menguji potensi ekstrak bahan alam sebagai pendamping cisplatin. Kombinasi keduanya diteliti untuk melihat kemungkinan peningkatan respons sitotoksik sekaligus peluang pengurangan dosis.

Peneliti menggunakan ekstrak etanol Eclipta alba dan mengidentifikasi kandungan senyawanya melalui kromatografi lapis tipis serta Liquid Chromatography–Tandem Mass Spectrometry atau LC–MS/MS. Aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa diuji menggunakan metode MTT.

Hasil skrining menunjukkan ekstrak tersebut mengandung flavonoid, kumarin, dan saponin triterpenoid. Analisis LC–MS/MS juga mengidentifikasi secara tentatif lima senyawa, yakni eclalbasaponin I, wedelolactone, pinoquercetin, luteolin, dan quercitrin.

Hasil penelitian menunjukkan cisplatin memiliki nilai IC₅₀ sebesar 1,15 ± 0,16 mikrogram per mililiter. Sementara itu, ekstrak Eclipta alba memiliki nilai IC₅₀ sebesar 598,29 ± 42,89 mikrogram per mililiter.

Ketika ekstrak dikombinasikan dengan cisplatin pada dosis tetap 0,42 mikrogram per mililiter, nilai IC₅₀ ekstrak menurun menjadi 64,97 ± 5,41 mikrogram per mililiter.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak yang diperlukan untuk menghambat 50 persen viabilitas sel menjadi sekitar sembilan kali lebih rendah dibandingkan penggunaan ekstrak secara tunggal.

Nilai indeks kombinasi yang berada di bawah satu mengindikasikan interaksi sinergis antara cisplatin dan ekstrak Eclipta alba pada kondisi dosis tetap yang diuji.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat awal. Penelitian lanjutan diperlukan melalui desain dosis yang lebih lengkap, pengujian pada sel normal, analisis mekanisme kematian sel, serta pengujian secara in vivo.

Penelitian tersebut memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2025 dengan dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Capaian Putri menunjukkan satu rangkaian yang utuh antara PKM, Pimnas, publikasi Sinta 2 sebagai luaran, rekognisi akademik, dan penyelesaian studi.

Prestasi kemahasiswaan tersebut tidak berhenti sebagai capaian kompetisi, tetapi dikembangkan menjadi karya ilmiah yang memperkuat budaya riset di Program Studi S1 Farmasi FKIK Unismuh Makassar.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply