Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

LLDIKTI IX Dampingi 47 Tim PKM di Unismuh Makassar, Matangkan Karya Menuju PIMNAS

×

LLDIKTI IX Dampingi 47 Tim PKM di Unismuh Makassar, Matangkan Karya Menuju PIMNAS

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Workshop Menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, di Aula Teater I Gift, kampus Unismuh Makassar, Selasa, 8 September 2026.

Workshop tersebut diikuti 47 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) penerima pendanaan tahun 2026 dari 14 perguruan tinggi swasta di lingkup LLDIKTI Wilayah IX. Para mahasiswa hadir bersama dosen pendamping untuk mematangkan substansi, administrasi, serta kualitas karya sebelum menghadapi tahapan seleksi menuju PIMNAS.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore itu diisi dengan pengantar narasumber, dilanjutkan coaching dan pendampingan tim berdasarkan bidang PKM masing-masing.

Enam Tim dari Unismuh

Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin, dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa 47 judul PKM dari 14 perguruan tinggi swasta memperoleh pendanaan PKM tahun 2026.

Universitas Muhammadiyah Bone menjadi perguruan tinggi dengan penerima pendanaan terbanyak, yakni 13 judul. Unismuh Makassar menyusul dengan enam judul, Universitas Muslim Indonesia lima judul, dan Universitas Almarisah Madani empat judul. Selebihnya tersebar pada perguruan tinggi lainnya di wilayah LLDIKTI IX.

Syahruddin menegaskan, PKM tidak semestinya dipandang hanya sebagai ajang untuk mengejar prestasi kompetitif.

“PKM bukan sekadar program kompetisi mahasiswa, melainkan sebuah ruang pembelajaran yang mempertemukan kreativitas, kemampuan berpikir ilmiah, kepekaan terhadap persoalan masyarakat, dan kerja sama tim,” ujarnya.

Menurut dia, kebijakan PKM tahun 2026 diarahkan pada penguatan mutu dan dampak program secara berkelanjutan. Kreativitas dan inovasi mahasiswa diharapkan berujung pada karya yang relevan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ide Harus Menjadi Solusi Berdampak

Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), mengatakan PKM merupakan salah satu wahana penting untuk membangun budaya akademik, penelitian, inovasi, dan pemecahan masalah di perguruan tinggi.

Ia berharap 47 tim yang memperoleh pendanaan dapat memanfaatkan pendampingan secara maksimal agar semakin siap menghadapi persaingan menuju PIMNAS 2026.

“PKM ini muncul dari sebuah ide, dan ide ini harus didorong menjadi sebuah karya, karya yang nyata, dan karya ini harus didorong menjadi sebuah solusi yang berdampak,” kata Prof Budu.

Menurutnya, perjalanan dari sebuah gagasan menuju karya kompetitif membutuhkan proses pendampingan. Mahasiswa perlu dibimbing agar memahami standar dan prosedur yang diperlukan untuk bersaing pada ajang ilmiah mahasiswa tingkat nasional.

Prof Budu juga mengingatkan agar pembinaan tidak berhenti setelah workshop.

“Kita betul-betul berharap dimanfaatkan sebaik-baiknya. Adik-adik mahasiswa dan dosen-dosen pendamping, saya rasa tiga pendamping kita ini adalah sebuah buku untuk bisa kita manfaatkan waktunya,” ujarnya.

Ia berharap pola pendampingan semacam itu dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Rektor Apresiasi Kepercayaan LLDIKTI IX

Rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abd. Rakhim Nanda, mengapresiasi kepercayaan LLDIKTI Wilayah IX yang menjadikan Unismuh sebagai tempat pelaksanaan workshop.

“Selaku pimpinan, terima kasih kepada LLDIKTI telah memilih Unismuh sebagai host pada kesempatan hari ini,” ujar Abd. Rakhim Nanda.

Ia berharap mahasiswa dan dosen pendamping memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengalaman dan pengetahuan dari para narasumber sehingga karya PKM yang telah memperoleh pendanaan dapat terus disempurnakan.

Workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Andi Dian Permana dari Universitas Hasanuddin, Dr. Andi Muhammad Irvan Taufan Asfar dari Universitas Muhammadiyah Bone, serta Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar dari Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Prof Andi Dian diperkenalkan sebagai reviewer PKM dan juri PIMNAS, sedangkan Andi Irvan memiliki pengalaman mendampingi sejumlah tim PKM Universitas Muhammadiyah Bone hingga menembus berbagai kompetisi.

Mendukung SDGs

Penyelenggaraan Workshop Menuju PIMNAS 2026 sejalan dengan komitmen Unismuh Makassar mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan ini berkaitan erat dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan kompetensi, kreativitas, kemampuan riset, dan pengalaman pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas.

Pengembangan gagasan mahasiswa menjadi inovasi dan solusi bagi masyarakat juga beririsan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Sementara kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah IX, Unismuh Makassar, 14 perguruan tinggi, dosen pendamping, dan para pakar mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui pendampingan tersebut, 47 tim PKM tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi seleksi menuju PIMNAS 2026, tetapi juga didorong menjadikan kreativitas akademik sebagai karya yang inovatif, kompetitif, dan berdampak bagi masyarakat.

Kontributor: Suleman
Editor: Hadisaputra

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply