Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Muhammadiyah Tana Toraja Percepat Transformasi Digital Melalui Bimtek Satumu

×

Muhammadiyah Tana Toraja Percepat Transformasi Digital Melalui Bimtek Satumu

Share this article

KHITTAH.CO, TANA TORAJA — Muhammadiyah Tana Toraja menunjukkan kesiapannya menghadapi era digital. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tana Toraja mewujudkan itu dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Platform SatuMu yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM) Tana Toraja, di Makale.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tana Toraja, Ahmad Gazali menyebut bimtek tersebut sebagai langkah konkret percepatan digitalisasi data dan layanan administrasi persyarikatan.

Bimtek tersebut diikuti pimpinan cabang, organisasi otonom, agen, dan verifikator Satumu. Kegiatan ini, kata Ketua PDM, merupakan tindak lanjut Training of Trainer (ToT) yang sebelumnya diselenggarakan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan organisasi. Karena itu, seluruh jajaran Muhammadiyah di Tana Toraja didorong segera menyelesaikan pendataan anggota dan kelembagaan melalui aplikasi Satumu.

“Kalau kita ingin Muhammadiyah semakin maju, maka tata kelola organisasi juga harus maju. Semua harus berbasis data sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan lebih tertata,” kata Ahmad Gazali.

Menurut dia, selama ini, berbagai urusan administrasi masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut sering menyulitkan ketika organisasi membutuhkan data anggota maupun data kelembagaan secara cepat.

Melalui Satumu, lanjut dia, seluruh informasi tentang anggota, pimpinan cabang, pimpinan ranting, organisasi otonom hingga amal usaha Muhammadiyah akan tersimpan dalam satu sistem yang mudah diakses.

“Kita ingin semua data terintegrasi sehingga ketika dibutuhkan, tidak lagi mencari-cari atau sekadar memperkirakan jumlah anggota maupun potensi organisasi,” ujar dia.

Ahmad Gazali juga menyoroti sistem pembayaran iuran anggota yang kini mulai bertransformasi ke layanan digital melalui kerja sama dengan Bank Danamon Syariah. Menurut dia, mekanisme baru itu akan membuat pengelolaan keuangan organisasi menjadi lebih transparan sekaligus memperkuat kemandirian ranting.

“Sebagian dana iuran akan langsung masuk ke rekening ranting. Ini tentu akan membantu ranting menjalankan berbagai program tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang,” jelas dia.

Melalui Bimtek Laprom Satumu, PDM Tana Toraja menargetkan seluruh lima Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) beserta 14 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di wilayah tersebut segera terintegrasi dalam sistem. Dengan demikian, pelayanan organisasi diharapkan menjadi semakin cepat, akurat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Selatan, Umar Sadik, menegaskan bahwa Satumu merupakan salah satu program strategis Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam membangun tata kelola organisasi berbasis data.

Ia menjelaskan bahwa Satumu tidak hanya memuat data anggota, tetapi juga mengintegrasikan pendataan aset Muhammadiyah, mulai dari tanah wakaf, tanah hibah hingga berbagai aset lainnya melalui Sistem Informasi Muhammadiyah (SIMA).

“Ke depan, semua aset Muhammadiyah harus terdokumentasi dalam sistem. Jadi ketika dibutuhkan, datanya sudah tersedia dan mudah diakses,” ujar dia.

Umar juga menyoroti kemudahan pengurusan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM). Jika sebelumnya warga Muhammadiyah harus datang ke Makassar untuk mengurus kartu anggota, kini seluruh proses dapat dilakukan secara daring melalui telepon genggam.

“Pendaftaran, verifikasi hingga penerbitan KTAM cukup melalui aplikasi. Bahkan kartu dapat dikirim langsung ke alamat anggota atau dikirim secara kolektif agar biaya pengiriman lebih efisien,” kata dia.

Menurut Umar, keberadaan satu data Muhammadiyah menjadi fondasi penting bagi setiap kebijakan organisasi. Dengan data yang akurat, pimpinan tidak lagi bergantung pada perkiraan ketika diminta menyampaikan jumlah anggota, aset, maupun potensi Muhammadiyah di daerah.

“Sebagai gerakan Islam Berkemajuan, Muhammadiyah tidak boleh tertinggal dalam digitalisasi. Semua keputusan harus dibangun di atas data yang valid,” tandas Umar.

Dalam bimtek tersebut hadir pula tim dari Bank Danamon Syariah, mitra Persyarikatan Muhammadiyah dalam program SATUMU. Mereka hadir untuk menyosialisasikan dan mempermudah pembukaan akun rekening Persyarikatan tingkat cabang dan ranting.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply