Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Mahasiswa PKL FAI Unismuh Dilatih Menulis Berita Berbasis AI

×

Mahasiswa PKL FAI Unismuh Dilatih Menulis Berita Berbasis AI

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Kepala Hubungan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Dr. Hadisaputra, S.Pd., M.Si., menjadi narasumber pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Lantai 2 Ruang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh itu membekali mahasiswa dengan teknik praktis menulis berita dan memanfaatkan kecerdasan artifisial.

Pembekalan tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Ahwal Syakhshiyah (AS), serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Materi disiapkan agar mahasiswa mampu mendokumentasikan dan memublikasikan kegiatan positif selama menjalani PKL di berbagai lokasi penempatan.

Dalam materi bertajuk “Teknik Penulisan Berita untuk Reporter Mahasiswa/Citizen Reporter”, Hadisaputra menekankan bahwa berita yang menarik tidak hanya berbicara tentang institusi. Berita perlu menghadirkan manusia, pengalaman, serta nilai yang dapat dipelajari pembaca.

“Menulis berita itu idealnya kita bicara tentang orang. Kalau kita bicara tentang institusi, kita akan bicara orang-orang dalam institusi,” kata Hadisaputra di hadapan peserta pembekalan.

Ia menjelaskan, mahasiswa perlu menemukan nilai manusiawi di balik setiap kegiatan yang diliput. Nilai tersebut dapat berupa kerja keras, kedisiplinan, perjuangan, prestasi, atau pengalaman yang mampu membuat pembaca merasa bangga dan terinspirasi.

Hadisaputra meminta mahasiswa tidak sekadar mencatat susunan acara ketika meliput sebuah kegiatan. Menurut dia, mahasiswa perlu mencari sosok, tindakan, dan pernyataan yang menunjukkan arti penting suatu peristiwa bagi masyarakat maupun institusi.

“Nilai-nilai manusiawi itu kerja keras, kedisiplinan, hal-hal yang bisa membuat orang haru, orang bangga, dan orang terinspirasi. Itu yang layak untuk dituliskan,” ujarnya.

Selain membahas sudut pandang pemberitaan, Hadisaputra memperkenalkan pemanfaatan artificial intelligence atau kecerdasan artifisial (AI) dalam proses penulisan berita. Ia mengingatkan bahwa AI tidak dapat menghasilkan berita yang baik apabila mahasiswa tidak menyediakan bahan baku yang lengkap dan dapat diverifikasi.

Ia menyebut sedikitnya tiga bahan utama yang harus dikumpulkan mahasiswa, yaitu rekaman suara, foto, dan dokumen tertulis. Rekaman diperlukan untuk menjaga ketepatan pernyataan narasumber, sedangkan foto berfungsi merekam suasana dan fakta visual di lokasi kegiatan.

“Jadi bahan bakunya, foto, rekaman, dokumen,” kata Hadisaputra. Dokumen yang dimaksud dapat berupa undangan, proposal kegiatan, jadwal, susunan acara, atau catatan resmi lain yang memuat nama, waktu, tempat, dan agenda kegiatan.

Hadisaputra juga meminta mahasiswa memanfaatkan telepon seluler sebagai perangkat jurnalistik. Melalui alat perekam suara dan kamera yang tersedia di telepon seluler, mahasiswa dapat mengumpulkan informasi awal sebelum mengolahnya menjadi transkrip dan naskah berita.

Ia mencontohkan bahwa kegiatan persidangan, pelantikan, seremoni, dan program pelayanan masyarakat di lokasi PKL dapat menjadi bahan pemberitaan. Mahasiswa harus merekam pernyataan penting dan mengambil foto yang relevan agar berita tidak hanya bergantung pada ingatan penulis.

Dalam pembekalan itu, Hadisaputra memperkenalkan dua bentuk penulisan, yakni straight news dan feature news. Straight news menyajikan informasi secara langsung dan mengutamakan fakta terpenting, sedangkan feature mengembangkan sisi kemanusiaan untuk membangun kedekatan emosional dengan pembaca.

“Straight news itu menyentuh logika. Kalau feature itu menyentuh perasaan,” ujarnya. Ia menambahkan, feature yang baik dapat membuat pembaca merasa haru, bangga, atau menyadari keistimewaan suatu pengalaman yang sebelumnya dianggap biasa.

Hadisaputra kemudian memperagakan tahapan mengolah rekaman suara menjadi transkrip sebelum dimasukkan ke dalam perintah atau prompt AI. Menurut dia, mahasiswa harus memeriksa kembali nama, jabatan, angka, tempat, dan kutipan karena hasil transkripsi maupun keluaran AI masih mungkin mengandung kesalahan.

Dekan FAI Unismuh, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., dalam dokumen kegiatan menempatkan pembekalan sebagai tahapan persiapan sebelum mahasiswa mengikuti PKL. Selain keterampilan jurnalistik, mahasiswa juga menerima materi kemuhammadiyahan, etika pergaulan, manajemen pelayanan publik, prosedur beracara, dan panduan pelaksanaan PKL.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan tugas akademik di lokasi PKL, tetapi juga mampu menjadi reporter mahasiswa yang bertanggung jawab. Kemampuan mengumpulkan data, memverifikasi informasi, dan menulis berita secara lugas diharapkan membantu mahasiswa memperkenalkan program institusi serta mendokumentasikan berbagai praktik baik yang ditemukan selama PKL.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply