Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Didukung 11 Perguruan Silat, Komandan KOKAM Sulsel Maju sebagai Calon Ketua IPSI Gowa

×

Didukung 11 Perguruan Silat, Komandan KOKAM Sulsel Maju sebagai Calon Ketua IPSI Gowa

Share this article

KHITTAH.CO, GOWA — Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Hasanuddin Wiratama, mengambil formulir bakal calon Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Gowa periode 2026–2030.

Hasanuddin dijadwalkan mengembalikan formulir tersebut kepada panitia menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten IPSI Gowa. Muskab akan berlangsung di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu, 2 Agustus 2026.

Hasanuddin menyatakan pencalonannya merupakan keputusan pribadi yang dilandasi keinginan untuk memperbaiki pembinaan dan tata kelola organisasi pencak silat di Kabupaten Gowa.

“Tidak ada arahan. Ini murni niat pribadi saya untuk memajukan IPSI Gowa. Insya Allah saya siap bertarung, dengan catatan pemilihan dilaksanakan secara langsung dan tidak dipaksakan untuk aklamasi,” kata Hasanuddin, Kamis (30/7/2026).

Mantan Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa itu menegaskan, proses pemilihan perlu berlangsung secara terbuka, demokratis, dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap kandidat.

Hasanuddin, yang akrab disapa Daeng Pole, telah menekuni pencak silat sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga menjadi mahasiswa. Ia juga pernah mengikuti berbagai kegiatan dan kejuaraan pencak silat di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Pria kelahiran Desa Maccinibaji, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, tersebut mengaku terdorong maju setelah mengamati perkembangan IPSI Gowa dalam dua periode kepengurusan terakhir.

Menurut dia, sejumlah bidang masih memerlukan perhatian serius, terutama pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih, serta pengembangan kompetensi wasit dan juri.

“Dua periode saya mengamati perkembangan IPSI Gowa. Pembinaan atlet, pelatih, serta wasit dan juri masih sangat minim. Pembinaan terhadap perguruan dan organisasi silat yang bergabung juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Hasanuddin juga menyoroti belum terbentuknya kepengurusan IPSI di tingkat kecamatan. Kabupaten Gowa memiliki 18 kecamatan, tetapi hingga berakhirnya periode kepengurusan sebelumnya, kepengurusan IPSI tingkat kecamatan disebut belum terbentuk.

Apabila terpilih, Hasanuddin mengatakan akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur organisasi. Langkah itu akan dimulai dengan membuka ruang komunikasi antara pengurus IPSI, perguruan silat, atlet, pelatih, wasit, dan para tokoh pencak silat.

“Ke depan, infrastruktur internal organisasi perlu segera dibenahi dengan membuka ruang silaturahmi dan komunikasi yang baik,” katanya.

Menjelang Muskab, Hasanuddin mengklaim telah memperoleh dukungan dari 11 perguruan silat. Dukungan tersebut disebut berasal dari sembilan perguruan silat lokal dan dua perguruan silat nasional.

Namun, surat dukungan dari perguruan-perguruan tersebut belum diserahkan kepada panitia. Menurut Hasanuddin, dokumen dukungan akan disampaikan masing-masing perguruan kepada panitia pengarah atau steering committee sebelum pembukaan Muskab.

Hasanuddin bukan nama baru dalam lingkungan IPSI Gowa. Pada musyawarah kabupaten periode sebelumnya, ia pernah dipercaya menjadi Sekretaris Steering Committee.

Ia juga dikenal di kalangan pesilat serta pengurus perguruan silat lokal dan nasional di Kabupaten Gowa. Hubungan antarpesilat dari berbagai aliran tersebut, menurut Hasanuddin, menjadi modal penting untuk membangun IPSI Gowa yang lebih aktif, terbuka, dan berorientasi pada pembinaan prestasi.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply