KHITTAH.CO, MAKASSAR — Satu lagi capaian penting dari salah satu civitas akademika Politeknik Muhammadiyah Makassar (PoltekMu), Kepala Laboratorium Elektromedis, St. Fatimang,
Ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor di Aula Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin, 10 Agustus 2026.
Dengan kegigihan, khas seorang kader ‘Aisyiyah, St. Fatimang berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Trainer Monitoring Inkubator Bayi Berbasis Terintegrasi Model Eksperiental untuk Pembelajaran Life di Pendidikan Tinggi Vokasi Elektromedis”.
Temuan monumental itu menjadi bagian dari ikhtiar St. Fatimang menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan pendidikan vokasi elektromedis. Terlebih, bagi pendidikan vokasi, ruang belajar tidak cukup hanya berhenti pada teori. Mahasiswa perlu berhadapan dengan persoalan, perangkat, dan situasi yang menyerupai dunia kerja.
Di titik inilah, gagasan yang dikembangkan St. Fatimang menemukan relevansinya. Ia menghadirkan trainer monitoring inkubator bayi sebagai media pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung, terintegrasi, dan kontekstual.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi St. Fatimang dalam menekuni dunia pendidikan vokasi elektromedis.
Tidak mengherankan jika St. Fatimang meraih predikat cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00. Disertasinya mendapat nilai A. Ia juga merupakan mahasiswa program doktor pertama di angkatannya yang berhasil menyelesaikan studi.
Pengalaman St. Fatimang yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Direktur II Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar dan Direktur Akademi Teknik Elektromedis Muhammadiyah (ATEM) Makassar memberikan kompetensi yang membuat perjalanan akademiknya tidak berdiri sendiri.
Pengembangan disertasi yang berangkat dari kebutuhan pembelajaran elektromedis menjadi bagian dari perjalanan profesional yang selama ini bersentuhan langsung dengan laboratorium, pengelolaan pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang elektromedis.
Ujian promosi doktor tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan, Mahmudah, serta civitas akademika PoltekMu Makassar.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas capaian salah seorang akademisi yang selama ini ikut mengambil bagian dalam perjalanan pendidikan vokasi di lingkungan Muhammadiyah.
Direktur PoltekMu Makassar, Mustari Bosra menjadi salah satu orang yang paling berbahagia atas capaian St. Fatimang. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan itu tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya atas capaian salah satu dosennya.
Dalam sambutannya, Mustari Bosra menyampaikan, dirinya memang mengenal St. Fatimang sebagai pribadi gigih, ulet, dan cekatan. Direktur PoltekMu itu berbahagia sekali, karena dirinyalah salah satu pihak yang mendorong St. Fatimang untuk melanjutkan studi, mengambil program doktor.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar karena telah menjadi fasilitator yang menempa dan melahirkan doktor bagi tenaga pengajar PoltekMu, kampus yang Mustari pimpin.
“Ada tiga dosen kami yang terdaftar sebagai mahasiswa doktor di Universitas Negeri Makassar. Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama, ada lagi yang menyusul Ibu Dr. St. Fatimang,” ungkap dia.
Bagi PoltekMu, capaian St. Fatimang bukan sekadar gelar akademik yang bertambah. Lebih dari itu, gagasan yang lahir dari proses pendidikan doktoral tersebut diharapkan dapat kembali ke ruang-ruang pembelajaran dan laboratorium, tempat mahasiswa elektromedis dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi kesehatan.
Di sinilah pendidikan vokasi menemukan maknanya: ilmu yang tidak berhenti di ruang sidang, tetapi kembali ke ruang kelas, laboratorium, dan masyarakat.
Keberhasilan St. Fatimang mempertahankan disertasinya sekaligus menambah deretan capaian akademik civitas akademika PoltekMu Makassar. Capaian tersebut menjadi energi baru bagi institusi untuk terus mendorong dosen dan tenaga kependidikan mengembangkan kompetensi, riset, serta inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi pendidikan dan kemanusiaan.
Dari Aula Pascasarjana UNM, satu tahap perjalanan akademik St. Fatimang dituntaskan. Namun bagi pendidikan vokasi elektromedis, gagasan yang dibawanya justru membuka ruang untuk perjalanan berikutnya: menghadirkan pembelajaran yang semakin dekat dengan pengalaman, teknologi, dan kebutuhan nyata kehidupan.






















