KHITTAH.CO, MALANG — Santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang meraih 16 medali dan penghargaan dalam Kemah Santri Nasional (KSN) Ke-2 yang berlangsung di Malang, Jawa Timur, pada 21–24 September 2026. Prestasi tersebut diraih melalui sejumlah cabang lomba tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, mulai dari pidato bahasa Arab dan Inggris, Dirosah Islamiyah, MTQ, hingga story telling.
Capaian tersebut menempatkan santri Darul Arqam Muhammadiyah Punnia sebagai salah satu peserta yang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang tingkat nasional tersebut. Dari 16 penghargaan yang diraih, terdapat sejumlah juara pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan pada berbagai kategori perlombaan.
Pada tingkat SMA/MA/SMK, Muh. Ajib Asrafi meraih Juara 1 Lomba Dirosah Islamiyah. Zaky Ruslan dan Sayyidatul Mardhiyah masing-masing meraih Juara 2 dan Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab.
Sementara itu, Nur Viana meraih Juara Harapan 2 Lomba Dirosah Islamiyah, sedangkan Panglima Revolusi meraih Juara 2 Dirosah Islamiyah mata pelajaran Akhlak. Nur Faiqah Dayana meraih Juara Harapan 3 MTQ.
Prestasi juga diraih santri tingkat SMP/MTs. Salsabila Alya Zahrah meraih Juara 3 Pidato Bahasa Arab, sementara Alif meraih Juara Harapan 1 pada cabang yang sama.
Pada kategori Pidato Bahasa Inggris, Nur Syahirah meraih Juara 1 dan Ahmad Nur Wahid meraih Juara Harapan 1. Adapun cabang Story Telling menempatkan Khaerina Film Jannah sebagai Juara 3 dan Anugrah Ramadhan sebagai Juara Harapan 3.
Di cabang Dirosah Islamiyah, Didi Noor Fauzan meraih Juara 1 mata pelajaran Fikih, sedangkan Safa Firzana meraih Juara 3. Naila Az-Zahrah meraih Juara 2 mata pelajaran Qur’an dan Altafunnisa meraih Juara Harapan 1 mata pelajaran Hadis.
Direktur Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, A. Syamiluddin, S.Pd., mengapresiasi capaian para santri. Menurut dia, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras santri, pembinaan guru dan pembina, serta dukungan keluarga besar pesantren.
“Alhamdulillah, kita bersyukur atas capaian yang diraih oleh santri-santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia dalam Kemah Santri Nasional Ke-2 di Malang. Enam belas prestasi yang diraih ini merupakan buah dari kerja keras santri, pembinaan para guru dan pembina, serta dukungan seluruh keluarga besar pesantren.”
Syamiluddin berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi santri untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Bagi yang meraih juara, jangan cepat berpuas diri, dan bagi yang belum mendapatkan juara, jangan berkecil hati. Setiap proses adalah bagian dari pembelajaran dan perjuangan untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa yang akan datang.”
Menurut pesantren, keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan santri dalam bidang akademik dan keislaman, tetapi juga kemampuan berbahasa, seni berbicara, serta pengembangan kepercayaan diri melalui kompetisi.
KSN Ke-2 di Malang menjadi ruang bagi para santri dari berbagai daerah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menguji hasil pembinaan yang dilakukan di masing-masing pesantren. Bagi Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, capaian 16 penghargaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan santri yang dilakukan secara berkelanjutan.






















