KHITTAH.CO, PINRANG — Sebanyak delapan santri MA Muhammadiyah Punnia dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Mattiro Bulu dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah seorang di antaranya, Muh. Ikram, dipercaya sebagai Komandan Pleton (Danton), melanjutkan tradisi kepercayaan yang diterima santri MA Muhammadiyah Punnia selama empat tahun berturut-turut.
Keikutsertaan delapan santri tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Bagi madrasah, keterlibatan tersebut bukan hanya menjadi pengalaman bagi peserta didik, tetapi juga bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan santri dalam menjalankan tugas yang membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Delapan santri MA Muhammadiyah Punnia yang terlibat dalam Paskibra tingkat Kecamatan Mattiro Bulu yakni Sayyidatul Mardiyah, Nur Faiqah Dayana, Nur Sahira, Karina Umar, Muh. Afif Abdillah, Muh. As’ad, Muh. Ikram, dan Yunahar Alwi.
Muh. Ikram mendapat tugas sebagai Komandan Pleton (Danton). Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu santri yang memiliki tanggung jawab dalam mengatur dan memimpin barisan selama pelaksanaan tugas Paskibra.
Empat Tahun Berturut-turut
Kepala MA Muhammadiyah Punnia Nasmiati, S.Pd., M.A, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah untuk kembali mengirimkan santri dalam Paskibra tingkat Kecamatan Mattiro Bulu.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MA Muhammadiyah Punnia untuk terus berpartisipasi dalam Paskibra tingkat Kecamatan Mattiro Bulu. Tahun ini merupakan tahun keempat santri MA Muhammadiyah Punnia dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera tingkat kecamatan,” ujarnya, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia juga mengatakan, terdapat hal yang dinilai semakin membanggakan bagi madrasah. Selama empat tahun berturut-turut, posisi Komandan Pleton (Danton) selalu dipercayakan kepada santri MA Muhammadiyah Punnia.
“Yang lebih membanggakan, selama empat tahun berturut-turut, posisi Komandan Pleton (Danton) selalu dipercayakan kepada santri MA Muhammadiyah Punnia,” katanya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Karena itu, para santri didorong untuk terus meningkatkan kedisiplinan, kemampuan, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas.
Tidak Sekadar Baris-Berbaris
Keterlibatan santri dalam Paskibra tidak berhenti pada tugas mengikuti prosesi upacara. Proses latihan yang dijalani menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Melalui latihan dan pelaksanaan tugas, para santri belajar menjaga disiplin, bekerja dalam tim, mematuhi arahan, mengelola tanggung jawab, serta membangun keberanian dan kemampuan kepemimpinan.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting bagi santri karena pengalaman berorganisasi dan menjalankan tugas di ruang publik dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi MA Muhammadiyah Punnia, keterlibatan santri dalam Paskibra selama empat tahun berturut-turut menjadi catatan positif sekaligus tanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan tersebut.
Madrasah berharap pengalaman para santri dalam Paskibra dapat mendorong mereka untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan di masyarakat dan momentum kebangsaan.
Keluarga besar MA Muhammadiyah Punnia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, khususnya Muh. Ikram yang dipercaya sebagai Danton pada tahun ini.
Empat tahun berturut-turut dipercaya menjadi bagian dari Paskibra, dengan posisi Danton yang juga dipercayakan kepada santri MA Muhammadiyah Punnia, menjadi catatan tersendiri bagi madrasah. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi amanah agar para santri terus menunjukkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan.






















