Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Lazismu Maros Salurkan Bibit Tanaman untuk Program Lingkungan di Tarangkoang

×

Lazismu Maros Salurkan Bibit Tanaman untuk Program Lingkungan di Tarangkoang

Share this article

KHITTAH.CO, MAROS — Lazismu Kabupaten Maros menyalurkan bibit tanaman kepada jamaah Masjid Khaeru Ummah, Tarangkoang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin, 17 Agustus 2026, sebagai tahap awal Program Pilar Lingkungan yang dijalankan bersama Kementerian Kehutanan melalui Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II. Program ini tidak hanya ditujukan untuk penghijauan, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman sebagai sumber pangan dan komoditas produktif.

Serah terima bibit berlangsung di Masjid Khaeru Ummah yang juga menjadi sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tarangkoang. Bibit diterima Ustaz Budiman yang mewakili jamaah masjid.

Bibit yang disalurkan terdiri dari tanaman nangka, sirsak, kopi, daun salam, dan jeruk nipis. Pemilihan jenis tanaman tersebut mempertimbangkan manfaat ekologis sekaligus potensi pemanfaatannya oleh masyarakat.

Tidak Sekadar Distribusi Bibit

Ketua Lazismu Maros Muhammad Nurdin mengatakan, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya bibit yang dibagikan, tetapi dari keberlanjutan tanaman setelah diterima masyarakat.

“Kami berharap bibit ini benar-benar ditanam dan dirawat. Jangan sampai hanya berpindah tangan saat serah terima. Yang kami inginkan adalah tanaman ini tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” katanya

Menurut dia, masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program lingkungan tersebut memberikan dampak jangka panjang. Karena itu, penanaman dan perawatan bibit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program.

Lazismu Maros juga merancang penyaluran bibit secara bertahap. Distribusi berikutnya direncanakan berlangsung pada September dan Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat dan kondisi musim menjelang penghujan.

Manager Lazismu Maros Muh Alwi Alamsyah mengatakan, pola bertahap tersebut dilakukan agar waktu penyaluran dapat disesuaikan dengan waktu tanam.

“Kegiatan ini memang dirancang dalam beberapa tahapan. Kami tidak ingin hanya mengejar jumlah bibit yang tersalurkan, tetapi juga mempertimbangkan kapan masyarakat bisa menanam dengan kondisi yang lebih mendukung,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan

Alwi mengatakan, kerja sama Lazismu Maros dengan Kementerian Kehutanan melalui BPTH Wilayah II menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dalam menjalankan program lingkungan.

Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang dari sekadar distribusi bibit menjadi program lingkungan yang memiliki dampak terukur dan berkelanjutan.

“Ini merupakan kerja sama strategis antara Lazismu Maros dan lembaga di Kementerian Kehutanan. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penyaluran bibit, tetapi bisa berkembang menjadi program lingkungan yang lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Program tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan gerakan penghijauan dengan pemberdayaan masyarakat. Tanaman yang dibagikan dipilih agar memiliki manfaat ekologis sekaligus dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Masjid sebagai Pusat Gerakan Lingkungan

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Maros Idris menilai keterlibatan jamaah dan lingkungan masjid dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan gerakan penghijauan berbasis komunitas.

“Masjid bukan hanya tempat kegiatan keagamaan, tetapi juga bisa menjadi pusat gerakan sosial. Program seperti ini memberikan ruang kepada jamaah untuk ikut menjaga lingkungan sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Idris.

Ia berharap gerakan tersebut dapat diperluas ke lingkungan Muhammadiyah dan melibatkan lebih banyak jamaah. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga ruang tumbuhnya gerakan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi Lazismu Maros, penyaluran bibit tersebut merupakan bagian dari Pilar Lingkungan yang menggabungkan penghijauan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan tanaman produktif.

Distribusi selanjutnya akan dilakukan pada September dan Oktober 2026. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kesiapan lokasi, penerima manfaat, serta kondisi musim.

Melalui pola tersebut, Lazismu Maros menargetkan program tidak berhenti pada kegiatan seremonial penyerahan bibit. Bibit yang ditanam dan dirawat diharapkan tumbuh menjadi bagian dari lingkungan yang lebih hijau sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. (Kontributor/Editor: Muh Alwi Alamsyah/Asywid)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply