Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

MDMC Kerahkan Dokter dan Dua Perawat Bantu Puskesmas Dampek Tangani Pasien Gempa

×

MDMC Kerahkan Dokter dan Dua Perawat Bantu Puskesmas Dampek Tangani Pasien Gempa

Share this article

KHITTAH.CO, MANGGARAI TIMUR — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengerahkan satu dokter dan dua perawat ke Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Tim kesehatan Muhammadiyah juga telah mengevakuasi tiga pasien dengan kondisi fraktur ke RSUD Borong untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pengiriman tenaga kesehatan tersebut dilakukan setelah dr. Melinda, tenaga medis di Puskesmas Dampek, membutuhkan tambahan personel untuk menangani banyaknya pasien pascagempa. Informasi mengenai kondisi tersebut beredar melalui media sosial dan grup Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Respons tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah di wilayah Flores. Tim diterjunkan untuk membantu tenaga kesehatan setempat sekaligus memastikan pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan dapat segera dirujuk.

Di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr. Ibrahim Sengaji, tim kesehatan Muhammadiyah bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak sejak hari pertama setelah gempa.

Salah satu tenaga medis yang terlibat dalam operasi tersebut, dr. Baim, mengatakan tim bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA.

Setibanya di Mbay, tim tidak langsung berhenti. Mereka melakukan penyisiran terhadap masyarakat di wilayah perbukitan setelah memperoleh informasi mengenai potensi tsunami.

“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) dan PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar dr. Baim.

Bergerak dari Mbay hingga Manggarai Timur

Dari Mbay, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Riung, Kabupaten Ngada. Di wilayah tersebut, Muhammadiyah berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Ngada untuk membangun pos pelayanan.

Perjalanan berlanjut menuju Manggarai Timur. Dalam perjalanan, tim menemukan sejumlah wilayah dengan kondisi kerusakan cukup parah akibat gempa.

Dengan membawa logistik dan obat-obatan yang tersedia secara terbatas, tim tetap bergerak menuju wilayah yang membutuhkan bantuan. Kondisi akses yang cukup menantang tidak menghentikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Setibanya di Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Warga juga membutuhkan pelayanan kesehatan akibat dampak gempa.

Tim kemudian memberikan pertolongan kepada masyarakat, mulai dari perawatan luka hingga tindakan medis sesuai dengan kondisi pasien yang ditemukan di lapangan.

Perkuat Pelayanan di Puskesmas Dampek

Saat berada di wilayah Pota pada malam hari, tim memperoleh informasi mengenai kondisi Puskesmas Dampek. Dr. Melinda disebut menangani banyak pasien dengan dukungan tenaga kesehatan yang terbatas.

Informasi tersebut juga disampaikan melalui grup IDI dan kemudian menjadi dasar bagi tim Muhammadiyah untuk mengubah pergerakan menuju Dampek.

“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dr. Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dr. Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” kata dr. Baim.

Setelah tiba di Puskesmas Dampek, dokter dan dua perawat Muhammadiyah langsung bergabung dengan tenaga kesehatan setempat. Mereka membantu pelayanan pasien sekaligus melakukan penilaian terhadap pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dalam proses tersebut, tim menemukan pasien dengan kondisi yang memerlukan rujukan. Sebanyak tiga pasien dengan fraktur kemudian dievakuasi ke RSUD Borong.

Rujukan dilakukan agar pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang lebih memadai sesuai dengan kondisi masing-masing.

Respons Kesehatan di Tengah Dampak Gempa

Kehadiran tim kesehatan Muhammadiyah di Puskesmas Dampek merupakan bagian dari respons kemanusiaan MDMC terhadap bencana gempa di Flores.

Selain memberikan pelayanan langsung kepada warga, tim juga melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta jaringan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah terdampak.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat dipetakan dan ditangani berdasarkan kondisi di lapangan.

MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah juga akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan medis masyarakat terdampak gempa di wilayah Flores.

Dengan dukungan tenaga medis tambahan, pelayanan di fasilitas kesehatan yang mengalami peningkatan jumlah pasien diharapkan dapat tetap berjalan sekaligus mempercepat penanganan warga yang membutuhkan rujukan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply