KHITTAH.CO, BANTEN — Forum Tanwir XXXIV Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menetapkan lima calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM dan 52 calon formatur untuk periode kepemimpinan mendatang. Keputusan tersebut diambil dalam Tanwir XXXIV IMM yang berlangsung di Banten, 2–5 September 2026.
Kelima nama yang ditetapkan sebagai calon Ketua Umum DPP IMM yakni Muh Akmal Ahsan, Ode R Prabtama, Devi Kurniawan, Muh Idil, dan Ari Harahap.
Penetapan tersebut menjadi bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan IMM di tingkat nasional. Kelima calon selanjutnya akan mengikuti tahapan demokrasi organisasi untuk menentukan Ketua Umum DPP IMM periode berikutnya.
Selain menetapkan calon ketua umum, Tanwir XXXIV IMM juga menetapkan 52 calon formatur DPP IMM. Para calon formatur akan menjadi bagian dari proses penyusunan kepemimpinan DPP IMM melalui mekanisme organisasi yang telah ditetapkan.
Tanwir XXXIV IMM mengangkat tema “Merawat Solidaritas, Menjaga Indonesia”. Tema tersebut menjadi pijakan forum dalam membahas penguatan solidaritas kader, nilai kebangsaan, serta peran IMM menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.
Forum nasional yang berlangsung selama empat hari itu diikuti peserta dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM se-Indonesia. Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menjadikan Tanwir sebagai ruang konsolidasi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus membahas arah gerakan IMM ke depan.
Dalam forum tersebut, kader IMM dari berbagai wilayah turut menyampaikan gagasan dan pandangan strategis mengenai sejumlah persoalan yang dihadapi bangsa. Pembahasan diarahkan pada penguatan peran mahasiswa Muhammadiyah sebagai bagian dari generasi muda dalam kehidupan kebangsaan.
Penetapan lima calon Ketua Umum DPP IMM dan 52 calon formatur sekaligus menandai dimulainya tahapan baru regenerasi kepemimpinan IMM di tingkat nasional.
Selanjutnya, proses demokrasi organisasi akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin DPP IMM serta menyusun kepemimpinan nasional IMM untuk periode mendatang.
Melalui Tanwir XXXIV, IMM menegaskan kembali pentingnya solidaritas kader, tradisi intelektual, dan keterlibatan mahasiswa Muhammadiyah dalam menjaga persatuan serta menghadirkan kontribusi bagi kehidupan bangsa.






















