KHITTAH.CO, KOTAWARINGIN TIMUR — Muhammadiyah melalui gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) menurunkan relawan untuk membantu petugas pemadam kebakaran dan relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Aksi kemanusiaan tersebut digelar pada Minggu, 20 September 2026 di lima titik terdampak asap dengan menyalurkan makanan, suplemen kesehatan, masker, dan minuman.
Aksi tersebut melibatkan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kotawaringin Timur bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan komunitas Amang Ojek.
Lima lokasi yang menjadi sasaran aksi berada di Perumahan Bumi Ayu Barat, Wengga Metropolitan, Perumahan CMD Bumi Raya I, Jalan Jaksa Agung Perumahan Chalin, dan Perumahan Permata Sari II. Lokasi tersebut merupakan kawasan terdampak asap sekaligus menjadi titik aktivitas petugas pemadam dan relawan.
Para relawan membagikan paket bantuan kepada petugas pemadam kebakaran dan relawan yang berada di lapangan. Bantuan terdiri atas suplemen kesehatan, susu kemasan, roti, dan masker untuk mendukung kebutuhan mereka selama menjalankan tugas di tengah kondisi udara yang memburuk.
Ketua MDMC Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Muhammad Alexander, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas Muhammadiyah kepada petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.
“Mereka bekerja dalam kondisi yang sangat berat, menghadapi panas, asap, dan kelelahan. Bantuan sederhana berupa makanan, minuman, suplemen, dan masker diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan mereka selama bertugas,” ujarnya.
Karhutla di Kotawaringin Timur menjadi persoalan yang berlangsung selama musim kemarau 2026. Kondisi kemarau yang berlangsung lebih dari tiga bulan membuat sejumlah lahan, termasuk lahan gambut, mengering sehingga meningkatkan risiko penyebaran api.
Kabut asap akibat karhutla juga berdampak pada aktivitas masyarakat di Kota Sampit dan sejumlah kecamatan. Kondisi tersebut dilaporkan memicu gangguan kesehatan, antara lain batuk, iritasi mata, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dana untuk aksi kemanusiaan tersebut dihimpun melalui gerakan gotong royong Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kotawaringin Timur. Sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah ikut berpartisipasi, mulai dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, hingga Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA).
Ketua LAZISMU Kotawaringin Timur, Ahirul Agus, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian respons kemanusiaan Muhammadiyah selama musim kemarau.
Sebelumnya, LAZISMU bersama MDMC telah menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Bantuan air minum kemasan juga diberikan kepada petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga krisis kesehatan dan kemanusiaan. Karena itu Muhammadiyah berupaya hadir sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, relawan memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap membahayakan kesehatan.
Kolaborasi LAZISMU, MDMC, organisasi otonom Muhammadiyah, dan komunitas Amang Ojek menjadi bagian dari upaya bersama merespons dampak karhutla di Kotawaringin Timur.
Muhammadiyah juga mengajak masyarakat mencegah meluasnya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api, melaporkan titik kebakaran kepada pihak berwenang, dan menjaga lingkungan selama musim kemarau.
Melalui aksi tersebut, Muhammadiyah tidak hanya memberikan bantuan kepada petugas dan relawan di lapangan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla yang berulang di Kalimantan Tengah.






















