
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperluas pembinaan ideologi Muhammadiyah hingga menjangkau tenaga kebersihan (cleaning service). Sebanyak 76 petugas kebersihan akan mengikuti Baitul Arqam dalam tiga sesi sepanjang November 2026. Kegiatan sengaja dijadwalkan pada akhir pekan agar proses pembinaan tidak mengganggu pelayanan kebersihan di lingkungan kampus.
Ketiga sesi berlangsung pada 7–8 November, 14–15 November, dan 21–22 November 2026. Seluruhnya diikuti oleh 76 peserta yang sama. Peserta memperoleh pembinaan secara bertahap dan berkesinambungan, bukan melalui kegiatan satu kali pertemuan.
Persiapan akhir kegiatan dibahas dalam rapat panitia di Ruang Rapat Lantai 16 Unismuh Makassar, Jumat, 6 November 2026. Rapat dipimpin Ketua Panitia Dr. Ferdinan bersama Wakil Ketua Dr. Akbar Ramli, Sekretaris Dr. Muh Alka, dan jajaran panitia pelaksana.
Ferdinan menjelaskan, Baitul Arqam bagi petugas kebersihan merupakan bagian dari upaya Unismuh menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan kepada seluruh warga kampus, tanpa membedakan kedudukan maupun jenis pekerjaan.
“Baitul Arqam ini merupakan bagian dari komitmen Unismuh Makassar untuk memastikan seluruh warga kampus, termasuk tenaga cleaning service, mendapatkan pembinaan ideologi Muhammadiyah. Kami ingin setiap orang yang bekerja di Unismuh memahami bahwa tugas yang dijalankan bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga bagian dari ibadah dan pengabdian,” ujar Ferdinan.
Program tersebut sejalan dengan target Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., yang menghendaki seluruh unsur sumber daya manusia di lingkungan universitas mengikuti pembinaan ideologi Muhammadiyah. Sasaran pembinaan tidak hanya mencakup pimpinan dan pejabat struktural, tetapi juga dosen, karyawan, hingga petugas kebersihan.
Sebelumnya, Unismuh telah menyelenggarakan Darul Arqam dalam empat angkatan bagi unsur pimpinan, pejabat struktural, dan dosen. Penyelenggaraan Baitul Arqam bagi petugas kebersihan menjadi kelanjutan dari upaya membangun pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Muhammadiyah di seluruh lapisan organisasi kampus.
Pembinaan Tanpa Mengganggu Pelayanan
Wakil Ketua Panitia Dr. Akbar Ramli mengatakan, pemilihan akhir pekan sebagai waktu pelaksanaan telah mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kebersihan kampus. Panitia berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian pembinaan tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan pada hari kerja.
“Sebanyak 76 peserta yang sama akan mengikuti seluruh rangkaian Baitul Arqam dalam tiga sesi. Kami sengaja menjadwalkannya pada Sabtu dan Ahad agar kegiatan pembinaan tidak mengganggu pelayanan kebersihan kampus. Dengan demikian, peserta tetap dapat menjalankan tanggung jawab pekerjaannya sekaligus memperoleh penguatan ideologi Muhammadiyah,” kata Akbar.
Menurut Akbar, rapat finalisasi juga memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan, mulai dari administrasi peserta, narasumber, pendamping, perlengkapan pembelajaran, hingga akomodasi dan fasilitas pelatihan.
Sekretaris Panitia Dr. Muh Alka menjelaskan, dari 76 peserta yang terdaftar, sebanyak 47 orang merupakan perempuan dan 29 lainnya laki-laki. Mereka dijadwalkan mengikuti seluruh tahapan pembinaan, termasuk pendalaman materi keislaman, praktik ibadah, dan penguatan etos kerja.
Menanamkan Nilai Islam dalam Pekerjaan
Baitul Arqam dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai Islam dengan tanggung jawab pekerjaan sehari-hari. Pada sesi pertama, peserta akan mempelajari hakikat Islam dan konsep tauhid, tahsin Al-Qur’an, tuntunan ibadah berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
Materi lain secara khusus membahas etos kerja petugas kebersihan sebagai bagian dari warga Muhammadiyah. Melalui pembinaan tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan, bekerja dengan disiplin, bersikap jujur, dan memberikan pelayanan yang baik merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Pembelajaran juga akan dilengkapi dengan pendampingan kelompok, praktik ibadah, kegiatan luar ruang (outbound), serta evaluasi. Sejumlah narasumber dijadwalkan mengisi sesi pertama, antara lain Dr. Mawardi Pewangi, Dr. Ahmad Nasir, Dr. Ir. Nurdin Mappa, dan Dra. Jumiati Nur.
Pembukaan kegiatan pada Sabtu, 7 November 2026, dijadwalkan dihadiri Rektor Unismuh Makassar Abd. Rakhim Nanda dan Ketua Badan Pembina Harian Unismuh, Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, dijadwalkan memberikan amanat sekaligus membuka kegiatan.
Melalui pembinaan yang menjangkau seluruh unsur tenaga kerja, Unismuh berupaya menjadikan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai landasan bersama dalam kehidupan kampus. Bukan hanya dalam kegiatan akademik dan pengambilan kebijakan, melainkan juga dalam pekerjaan sehari-hari, termasuk pelayanan kebersihan yang turut menentukan kenyamanan lingkungan belajar.






















