Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

PDM Maros Gelar Pengajian, Bahas Relasi Islam dan Kebudayaan

×

PDM Maros Gelar Pengajian, Bahas Relasi Islam dan Kebudayaan

Share this article

KHITTAH.CO, MAROS — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Maros menggelar pengajian dan silaturahim bertema “Islam dan Kebudayaan” sebagai ruang memperluas pemahaman keislaman sekaligus membaca dinamika kebudayaan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Tamirul Masajid, Kabupaten Maros, Kamis, 24 September 2026.

Pengajian tersebut menghadirkan Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) Kusen, M.A., Ph.D., sebagai narasumber.

Hadir dalam kegiatan itu, unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah di Kabupaten Maros. Selain menjadi forum kajian keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahim dan komunikasi antarwarga persyarikatan.

Wakil Ketua PDM Maros, Salahuddin, mengatakan pengajian memiliki peran penting dalam menjaga semangat keagamaan sekaligus memperbarui pemahaman warga Muhammadiyah di tengah perubahan kehidupan masyarakat.

“Pengajian ini menjadi charger iman bagi kita. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, kita perlu terus mengisi kembali energi spiritual sekaligus memperbarui pemahaman kita tentang Islam,” ujar Salahuddin.

Menurut dia, pemahaman keagamaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca realitas sosial dan kebudayaan masyarakat. Islam tidak hadir dalam ruang yang terpisah dari kehidupan sosial, melainkan berinteraksi dengan tradisi, seni, dan berbagai bentuk kebudayaan yang berkembang.

“Kita juga perlu memahami kebudayaan. Karena kita hidup di tengah masyarakat yang memiliki tradisi, seni, dan kebudayaan yang terus berkembang. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa melihat bagaimana Islam hadir dan berdialog dengan kebudayaan secara bijak,” katanya.

Tema “Islam dan Kebudayaan” dalam pengajian tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemahaman keislaman dengan dinamika kehidupan masyarakat. Kehadiran Kusen sebagai pimpinan Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah turut memperkuat perspektif mengenai posisi seni dan kebudayaan dalam gerakan Muhammadiyah.

Dalam konteks tersebut, seni dan kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai ekspresi estetika atau tradisi masyarakat. Keduanya juga dapat menjadi ruang dakwah, pendidikan nilai, serta pembentukan kehidupan sosial yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam.

Pengajian berlangsung dalam suasana silaturahim. Para peserta tidak hanya mengikuti kajian, tetapi juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memperkuat komunikasi antarelemen Muhammadiyah di Kabupaten Maros.

Salahuddin berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

“Kita berharap pengajian seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial. Ini harus menjadi ruang untuk mengisi iman, memperluas wawasan, dan memperkuat gerakan Muhammadiyah agar semakin relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Melalui pengajian tersebut, PDM Maros menempatkan forum keagamaan bukan hanya sebagai ruang penguatan spiritual, tetapi juga sebagai tempat mempertemukan keimanan, pengetahuan, dan realitas kebudayaan masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply