Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Perkuat Ideologi dan Kaderisasi melalui Baitul Arqam

×

RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Perkuat Ideologi dan Kaderisasi melalui Baitul Arqam

Share this article

KHITTAH.CO, PALANGKA RAYA — RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menggelar Baitul Arqam pada 9–10 Oktober 2026 untuk memperkuat ideologi Muhammadiyah dan kaderisasi di lingkungan amal usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan. Kegiatan bertema “Fondasi Menguatkan Ideologi dan Kaderisasi” ini menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana dakwah yang mengintegrasikan profesionalisme, nilai-nilai Islam, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Syafi’i Ma’arif lantai III tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Prof. Dr. H. Ahmad Syar’i, M.Pd., Jumat (9/10/2026). Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan yang dihadiri Direktur Keuangan dan Kemuhammadiyahan RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Drs. Mulyono, M.Pd., Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Kalimantan Tengah Apt. Drs. Ayoni Rizal, M.Kes., Ketua MPKSDI Drs. Ahmad Wahyu Cahyono, M.Pd., serta para kepala bagian dan manajer.

Direktur Keuangan dan Kemuhammadiyahan, Mulyono, mengatakan Baitul Arqam menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman tentang perjuangan Muhammadiyah, terutama bagi pegawai yang bekerja di amal usaha organisasi tersebut.

Ia menekankan bahwa bekerja di rumah sakit Muhammadiyah harus dilandasi kegembiraan dalam bekerja, keikhlasan, dan semangat melayani masyarakat.

“Baitul Arqam ini sangat penting dalam rangka memantapkan ghirah dan pemahaman perjuangan dalam bermuhammadiyah, khususnya di amal usaha Muhammadiyah, termasuk RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya,” ujar Mulyono.

Menurut dia, rumah sakit Muhammadiyah merupakan bagian dari gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar. Karena itu, pelayanan kesehatan harus dijalankan secara profesional dan Islami, dengan orientasi pengabdian yang dilandasi keikhlasan serta harapan memperoleh rida Allah SWT.

Ahmad Syar’i: Rumah Sakit Muhammadiyah Harus Menjadi Pusat Kaderisasi

Dalam sambutannya, Ahmad Syar’i menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai landasan bagi seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalankan aktivitas organisasi dan amal usaha. Ia menjelaskan bahwa ideologi Muhammadiyah bersumber dari ajaran Islam dan berfungsi sebagai pedoman, landasan, serta tolok ukur dalam pelaksanaan dakwah dan pengelolaan amal usaha.

Ia juga menyinggung pemikiran Mitsuo Nakamura sebagai salah satu sumber inspirasi dalam memahami Muhammadiyah, bukan semata-mata sebagai organisasi, melainkan sebagai kekuatan sosial yang berakar pada nilai-nilai Islam dan semangat pembaruan.

“Prof. Nakamura menjadi inspirator bagi keluarga besar Muhammadiyah, yang menggambarkan Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai kekuatan sosial yang berakar dari nilai Islam pembaruan,” kata Ahmad Syar’i.

Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an dan sunah merupakan landasan kehidupan warga Muhammadiyah. Salah satu ayat yang menjadi sumber semangat gerakan tersebut ialah Surah Ali Imran ayat 110, yang menegaskan peran umat Islam dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar.

Menurut Ahmad Syar’i, pemahaman ideologi perlu diwujudkan dalam perilaku individu maupun kolektif yang mencerminkan keteladanan. Orientasi akhirnya adalah mendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui dakwah yang nyata dalam kehidupan sosial.

Dalam konteks rumah sakit, penguatan ideologi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam mutu pelayanan, etika profesi, dan sikap pegawai ketika berinteraksi dengan pasien maupun masyarakat.

Ahmad Syar’i menegaskan, RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya harus mengambil peran sebagai pusat kaderisasi. Kaderisasi, menurut dia, merupakan urat nadi yang memastikan Muhammadiyah terus hidup, berkembang, dan memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Proses pembinaan kader dapat dilakukan melalui keluarga, organisasi otonom (ortom), dan amal usaha Muhammadiyah. Di lingkungan rumah sakit, kaderisasi dapat diwujudkan melalui internalisasi nilai-nilai dakwah dalam pekerjaan profesional dan pelayanan publik.

Sementara itu, kaderisasi dalam persyarikatan perlu diarahkan untuk menyiapkan kepemimpinan strategis dan pengambil kebijakan di berbagai tingkatan, mulai dari ranting, cabang, daerah, wilayah, hingga pimpinan pusat.

AUM Kesehatan sebagai Sarana Dakwah Muhammadiyah

Ahmad Syar’i juga mengingatkan bahwa amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan tidak semestinya dipandang hanya sebagai unit bisnis atau institusi pelayanan publik. Rumah sakit merupakan salah satu instrumen utama dakwah Muhammadiyah yang harus mencerminkan nilai-nilai persyarikatan dalam setiap aktivitasnya.

Karena itu, pengelolaan rumah sakit perlu disertai pembinaan ideologi dan kaderisasi secara berkelanjutan, antara lain melalui kegiatan Baitul Arqam dan Darul Arqam. Pembinaan tersebut diharapkan membangun keselarasan antara kompetensi profesional, komitmen keislaman, dan tanggung jawab sosial para pegawai.

Ia juga menekankan pentingnya menyediakan ruang pengabdian bagi kader yang profesional, unggul, dan memiliki integritas Islami. Kader perlu memperoleh kesempatan untuk berkontribusi sesuai kompetensi sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinannya dalam pengelolaan amal usaha.

Melalui Baitul Arqam 2026, RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya diharapkan semakin memperkuat identitasnya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus menjalankan misi dakwah. Penguatan ideologi dan kaderisasi menjadi penting agar nilai-nilai Muhammadiyah tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi hadir dalam budaya kerja, kualitas pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply