
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Agusdiwana Suarni, S.E., M.Acc., mengajak mahasiswa mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Ajakan itu disampaikannya saat menjadi narasumber Roadshow Sharia Young Leader Summit (SYLS) 2026 Wilayah Makassar.
Kegiatan yang diselenggarakan Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama BSI Maslahat tersebut berlangsung di Ballroom Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), lantai 3, Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 15.00–18.00 WITA. Sebanyak 1.000 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan menghadiri kegiatan itu.
Dalam sesi Sharia Talks, Agusdiwana membawakan materi bertema “Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Syariah”. Ia menyoroti potensi masjid dalam menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan sosial bagi masyarakat.
“Masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial umat. Potensi ini perlu dioptimalkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Agusdiwana.
Agusdiwana, yang juga merupakan peneliti ekonomi syariah, menyebut lebih dari 316 ribu masjid terdaftar di Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi umat.
Mengacu pada risetnya terhadap lebih dari 1.500 masjid di Indonesia dan mancanegara, ia memaparkan contoh pengembangan fungsi ekonomi masjid. Di Makassar, ia menyoroti peran Masjid Al-Markaz Al-Islami dan Masjid Ar-Rahman dalam menyediakan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjalankan program kemaslahatan umat.
“Di Makassar, kita dapat melihat contoh peran Masjid Al-Markaz Al-Islami dan Masjid Ar-Rahman dalam membuka ruang usaha bagi UMKM serta menghadirkan program kemaslahatan umat,” jelasnya.
Ia kemudian mengajak mahasiswa dan generasi muda terlibat melalui gerakan “1 Tim, 1 Masjid, 1 Aksi Nyata”. Gerakan tersebut diarahkan untuk memperluas literasi keuangan syariah dan mendampingi pelaku UMKM di lingkungan sekitar masjid.
“Melalui gerakan ‘1 Tim, 1 Masjid, 1 Aksi Nyata’, kami mengajak mahasiswa dan Gen Z mengambil peran dalam meningkatkan literasi keuangan syariah serta mendampingi UMKM di lingkungan sekitar,” tuturnya.
Roadshow SYLS 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen, sedangkan indeks inklusinya sebesar 13,24 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang untuk memperluas pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Selain Agusdiwana, sesi diskusi menghadirkan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat. Ia membahas gaya hidup halal sebagai nilai yang relevan bagi generasi muda, serta peran mahasiswa dalam memperluas literasi ekonomi syariah melalui media digital.
Duta Ekonomi Syariah SYLS, Raihan Maulana Fajri, turut membagikan pengalamannya sekaligus meluncurkan SYLS Competition 2026. Ajang tersebut mencakup kompetisi Duta Ekonomi Syariah dan Social Project Competition.
Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., jajaran wakil rektor UNM, serta Regional CEO BSI Region Makassar, Sukma Dwie Priardi.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan pimpinan dan penyerahan bantuan BSI Scholarship secara simbolis. Melalui kegiatan tersebut, BSI dan BSI Maslahat berharap dapat melahirkan talenta muda ekonomi syariah yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.






















